Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
3:00 PM
Surabaya,- Kolonel Kav M. Zulkifli terus menghimbau seluruh masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam melakukan pengawasan terhadap paham radikalisme yang berada di lingkungannya. Bahkan, orang nomor satu di Makorem Bhaskara Jaya itu menyatakan, orang yang memiliki pemahaman radikalisme, sangat mudah dikenali.
Hal itu, diungkapkannya ketika menghadiri acara buka puasa bersama di aula Sasana Wiyata Badan Diklat Provinsi Jatim di Jalan Balongsari Tama, Kota Surabaya. Rabu, 23 Mei 2018 malam.
Dirinya menegaskan, keberadaan oknum masyarakat yang memiliki paham radikalisme itu, harus mampu di deteksi. Deteksi itupun, kata Zulkifli, juga tak luput dari peran masyarakat sekitar dalam memahami setiap lingkungannya.
“Maka dari itu, orang yang menganut paham radikalisme, sangat mudah dikenali. Untuk itu, warga harus peka dan tidak enggan untuk segera melapor ke aparat keamanan TNI atau Polri,” imbuh Danrem 084/Bhaskara Jaya ini melalui acara silahturahmi Forkopimda yang dihadiri oleh seluruh RT dan RW di Surabaya.
Keberadaan paham radikalisme, kata Zulkifli, dinilai sangat meresahkan. Bahkan, tindakan tersebut, dinilai dapat memecah belah Persatuan dan Kesatuan bangsa yang selama ini sudah terwujud dengan sangat baik.
“Jangan sungkan-sungkan untuk segera melaporkan keberadaan oknum masyarakat itu,” ulasnya.
Sementara itu, himbauan yang sama juga ditambahkan oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Menurutnya, kegiatan yang berlangsung di aula Badan Diklat saat ini, merupakan momentum yang sangat bagus bagi Forkopimda Surabaya untuk terus menjalin komunikasi dan mempererat tali silahturahmi bersama masyarakat.
Selain itu, kata dia, dirinya sangat menyesali kejadian bom bunuh diri yang dilakukan oleh satu keluarga beberapa waktu lalu itu. “Sangat disesalkan. Apalagi, pelakunya orang Surabaya sendiri dan masih satu keluarga,” ungkap Risma.
Dirinya berharap, kejadian tersebut, tidak akan terulang lagi di Kota yang dipimpinnya tersebut. Bahkan, Risma juga menghimbau warganya untuk bisa memahami keberadaan paham radikalisme di masing-masing lingkungannya.
“Kita semua harus bisa care dan terbuka agar kebereadaan sel-sel (teroris) itu, bisa kita tangkal lebih awal,” pintanya. Tak hanya dihadiri Danrem Bhaskara Jaya dan Walikota Surabaya saja. Namun, berlangsungnya acara yang dibalut dengan peluncuran aplikasi Sistem Informasi Pantauan Penduduk (Sipandu) tersebut, juga dihadiri oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, Komandan Kodim (Dandim) 0830/Surabaya Utara, Kepala Satpol PP Surabaya, Kepala BNN Surabaya, serta beberapa unsur Forkopimda Surabaya lainnya.
Kolonel Zulkifli: Orang yang Menganut Paham Radikalisme, Mudah Dikenali
Written By ANDI on 24 Mei 2018 | 3:00 PM
Surabaya,- Kolonel Kav M. Zulkifli terus menghimbau seluruh masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam melakukan pengawasan terhadap paham radikalisme yang berada di lingkungannya. Bahkan, orang nomor satu di Makorem Bhaskara Jaya itu menyatakan, orang yang memiliki pemahaman radikalisme, sangat mudah dikenali.
Hal itu, diungkapkannya ketika menghadiri acara buka puasa bersama di aula Sasana Wiyata Badan Diklat Provinsi Jatim di Jalan Balongsari Tama, Kota Surabaya. Rabu, 23 Mei 2018 malam.
Dirinya menegaskan, keberadaan oknum masyarakat yang memiliki paham radikalisme itu, harus mampu di deteksi. Deteksi itupun, kata Zulkifli, juga tak luput dari peran masyarakat sekitar dalam memahami setiap lingkungannya.
“Maka dari itu, orang yang menganut paham radikalisme, sangat mudah dikenali. Untuk itu, warga harus peka dan tidak enggan untuk segera melapor ke aparat keamanan TNI atau Polri,” imbuh Danrem 084/Bhaskara Jaya ini melalui acara silahturahmi Forkopimda yang dihadiri oleh seluruh RT dan RW di Surabaya.
Keberadaan paham radikalisme, kata Zulkifli, dinilai sangat meresahkan. Bahkan, tindakan tersebut, dinilai dapat memecah belah Persatuan dan Kesatuan bangsa yang selama ini sudah terwujud dengan sangat baik.
“Jangan sungkan-sungkan untuk segera melaporkan keberadaan oknum masyarakat itu,” ulasnya.
Sementara itu, himbauan yang sama juga ditambahkan oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Menurutnya, kegiatan yang berlangsung di aula Badan Diklat saat ini, merupakan momentum yang sangat bagus bagi Forkopimda Surabaya untuk terus menjalin komunikasi dan mempererat tali silahturahmi bersama masyarakat.
Selain itu, kata dia, dirinya sangat menyesali kejadian bom bunuh diri yang dilakukan oleh satu keluarga beberapa waktu lalu itu. “Sangat disesalkan. Apalagi, pelakunya orang Surabaya sendiri dan masih satu keluarga,” ungkap Risma.
Dirinya berharap, kejadian tersebut, tidak akan terulang lagi di Kota yang dipimpinnya tersebut. Bahkan, Risma juga menghimbau warganya untuk bisa memahami keberadaan paham radikalisme di masing-masing lingkungannya.
“Kita semua harus bisa care dan terbuka agar kebereadaan sel-sel (teroris) itu, bisa kita tangkal lebih awal,” pintanya. Tak hanya dihadiri Danrem Bhaskara Jaya dan Walikota Surabaya saja. Namun, berlangsungnya acara yang dibalut dengan peluncuran aplikasi Sistem Informasi Pantauan Penduduk (Sipandu) tersebut, juga dihadiri oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, Komandan Kodim (Dandim) 0830/Surabaya Utara, Kepala Satpol PP Surabaya, Kepala BNN Surabaya, serta beberapa unsur Forkopimda Surabaya lainnya.
Tag:
Nasional
2:56 PM
Kunjungi Rumah Warga, Satgas Pamtas Raider 500/Sikatan Pastikan Kesehatan Warga
Boven Digoel, Papua- Kesehatan warga, seakan menjadi prioritas utama bagi Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.
Itu dibuktikan, ketika beberapa personel Yonif Raider 500/Sikatan menyambangi satu-persatu rumah warga yang berada di pedalaman Kabupaten Boven Digoel, Papua. Kamis, 24 Mei 2018 siang.
Dansatgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Letkol Inf Sidik Wiyono menuturkan, selain pendidikan, dirinya juga menginstruksikan seluruh personelnya untuk mengutamakan kesehatan seluruh warga di wilayah perbatasan.
“Kesehatan warga, sudah menjadi prioritas kami sebagai Satgas. Kegiatan pengecekan kesehatan, biasa dilakukan 2 kali dalam seminggu,” ungkap Dansatgas Raider 500/Sikatan ini.
Selain itu, imbuh Letkol Sidik, tak hanya pengecekan kesehatan saja. Namun, seluruh personelnya juga diwajibkan untuk memberikan pengobatan kepada para warga yang di indikasi terserang penyakit.
“Jadi, ada warga yang terindikasi atau terjangkit suatu penyakit, kita langsung lakukan penanganan (pengobatan) ke warga itu,” tambahnya.
Sementara itu, ketika ditemui di sela-sela ketika dirinya diperiksa oleh personel kesehatan Satgas Pamtas, Yance Kondomia (49) menuturkan, jika kegiatan rutin yang dilakukan oleh para personel Satgas tersebut, dinilai sangat membantu dirinya, serta warga-warga lain yang berada di pedalaman Boven Digoel. “Kita semua, sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh bapak-bapak ini,” ujar ibu tua ini usai diperiksa kondisi kesehatannya oleh personel Satgas Pamtas.
Itu dibuktikan, ketika beberapa personel Yonif Raider 500/Sikatan menyambangi satu-persatu rumah warga yang berada di pedalaman Kabupaten Boven Digoel, Papua. Kamis, 24 Mei 2018 siang.
Dansatgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Letkol Inf Sidik Wiyono menuturkan, selain pendidikan, dirinya juga menginstruksikan seluruh personelnya untuk mengutamakan kesehatan seluruh warga di wilayah perbatasan. “Kesehatan warga, sudah menjadi prioritas kami sebagai Satgas. Kegiatan pengecekan kesehatan, biasa dilakukan 2 kali dalam seminggu,” ungkap Dansatgas Raider 500/Sikatan ini.
Selain itu, imbuh Letkol Sidik, tak hanya pengecekan kesehatan saja. Namun, seluruh personelnya juga diwajibkan untuk memberikan pengobatan kepada para warga yang di indikasi terserang penyakit.
“Jadi, ada warga yang terindikasi atau terjangkit suatu penyakit, kita langsung lakukan penanganan (pengobatan) ke warga itu,” tambahnya.
Sementara itu, ketika ditemui di sela-sela ketika dirinya diperiksa oleh personel kesehatan Satgas Pamtas, Yance Kondomia (49) menuturkan, jika kegiatan rutin yang dilakukan oleh para personel Satgas tersebut, dinilai sangat membantu dirinya, serta warga-warga lain yang berada di pedalaman Boven Digoel. “Kita semua, sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh bapak-bapak ini,” ujar ibu tua ini usai diperiksa kondisi kesehatannya oleh personel Satgas Pamtas.
Tag:
Nasional
11:28 AM
Presiden Jokowi Lakukan Pendaratan Perdana di Bandara Internasional Jawa Barat
![]() |
| FOFO: SETPRES BIRO PRES |
PK,.JAWABARAT,.Ketibaan
pesawat kepresidenan Indonesia-1 di Bandara Internasional Jawa Barat
(BIJB) atau Kertajati, Kabupaten Majalengka, menjadi pendaratan perdana
_(historical landing)_ di bandara yang dibangun di atas lahan seluas
1.800 hektare tersebut. Rabu, 24 Mei 2018, pesawat kepresidenan yang
membawa Presiden Joko Widodo dan rombongan untuk melakukan kunjungan
kerja selama dua hari mendarat di BIJB sekira pukul 09.19 WIB. Saat
ketibaan di apron, pesawat kepresidenan disambut dengan seremoni _water
salute_.
"Alhamdulillah,
tadi kita sudah saksikan pendaratan bersejarah karena ini pendaratan
resmi yang pertama pesawat turun di Bandara Internasional Kertajati
setelah kemarin memang ada percobaan yang telah dilakukan," ujar
Presiden Joko Widodo selepas turun dari pesawat kepresidenan.
Dijelaskan dalam rilis,Kehadiran
bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Soekarno-Hatta di sekitar
area berkembang Jawa Barat itu diharapkan akan mendukung mobilitas
masyarakat di Jawa Barat dan memberikan dampak perekonomian yang baik
bagi daerah di sekitarnya.
"Kita
berharap Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, ini nantinya
betul-betul menjadi sebuah bandara yang bisa memberikan pelayanan kepada
seluruh warga Jawa Barat dan tentu saja seluruh masyarakat Indonesia
yang ingin ke Jawa Barat. Selain itu, kita juga berharap ini ada dampak
ekonomi baik di Kabupaten Majalengka maupun di Provinsi Jawa Barat
secara keseluruhan," ucapnya.
Kepala
Negara mengatakan, pihaknya menginginkan bandara ini dapat
diintegrasikan dengan Pelabuhan Patimban yang berjarak kurang lebih 40
kilometer. Integrasi itu dapat mendukung peningkatan perekonomian di
Jawa Barat dengan memberikan kemudahan akses dan pelayanan bagi para
investor yang masuk.
"Ini
adalah sebuah uji coba yang berhasil, kerja sama antara pemerintah
pusat, pemerintah provinsi Jawa Barat, dan perusahaan swasta dalam
pembangunan Bandara Kertajati ini. Model-model bisnis ini akan kita
kembangkan di daerah lain sehingga percepatan pembangunan betul-betul
bisa segera dirasakan masyarakat," imbuhnya.
Sebelumnya,
saat meninjau proyek pembangunan bandara ini pada 17 April 2018 yang
lalu, Presiden menargetkan untuk dilakukan uji coba penerbangan pada
bulan Mei 2018. "Insyaallah nanti bulan depan sudah akan kita coba mulai
tanggal 24 Mei," ucap Presiden saat itu.
Pagi
ini, Presiden Joko Widodo tidak hanya memenuhi targetnya itu, tetapi
juga langsung berperan dalam melakukan pendaratan perdana.
Dari
BIJB, Presiden Joko Widodo langsung menuju Taman Dirgantara untuk
memberikan pengarahan kepada para pengurus OSIS SMA/SMK dan pelajar
berprestasi se-Kabupaten Majalengka. Dalam kunjungan kerja ini, Presiden
juga akan menyerahkan Kartu Indonesia Pintar kepada para pelajar yang
dipusatkan di Gelanggang Generasi Muda.
Presiden
beserta rombongan akan singgah di Masjid Farid Arrohman untuk
menunaikan ibadah salat zuhur sekaligus menyerahkan sertifikat hak atas
tanah wakaf kepada para penerima. Setelahnya, Presiden akan melanjutkan
perjalanan dan kunjungan kerjanya menuju Kabupaten Kuningan untuk
bermalam hingga keesokan harinya.
Turut
mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Kabupaten Majalengka
adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan,
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, dan Kepala Staf
Kepresidenan Moeldoko.
Tag:
Nasional
7:36 PM
Rapat Terbatas, Presiden: Terorisme Harus Dihadapi dengan Cara Luar Biasa
Written By ANDI on 22 Mei 2018 | 7:36 PM
![]() |
| FOTO: RUSMAN BIRO PERS SETPRES |
PK,.Jakarta, 22 Mei 2018,.Presiden
Joko Widodo menegaskan bahwa terorisme adalah kejahatan luar biasa yang
dihadapi oleh mayoritas negara-negara di dunia. Untuk memeranginya,
kejahatan tersebut juga harus dihadapi dengan cara-cara yang luar biasa.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat memimpin rapat terbatas
mengenai pencegahan dan penanggulangan terorisme di Kantor Presiden,
Jakarta, Selasa, 22 Mei 2018.
"Kita
semua tahu bahwa hampir semua negara di dunia menghadapi ancaman
kejahatan terorisme ini. Ancaman terorisme bukan hanya terjadi di
negara-negara yang sedang dilanda konflik, tapi juga di negara-negara
maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa juga sedang menghadapi
ancaman yang sama," ujarnya mengawali arahan.
Selama
ini perhatian kita disebut lebih banyak tertuju pada pendekatan _hard
power_ dalam menangani hal itu. Yakni dengan melakukan penegakan hukum
yang tegas, keras, dan tanpa kompromi sekaligus memburu jaringan teroris
hingga ke akarnya. Namun, hal tersebut dirasa belum cukup.
"Pendekatan
_hard power_ jelas sangat diperlukan, tetapi itu belum cukup. Sudah
saatnya kita juga menyeimbangkan dengan pendekatan _soft power_,"
ujarnya.dalam rilis yang diterima Redaksi.
Selain
memperkuat program deradikalisasi bagi para narapidana teroris sebagai
pendekatan _soft power_ yang telah dilakukan pemerintah, Presiden
menginstruksikan jajaran terkait agar langkah-langkah serupa juga
diupayakan untuk membentengi masyarakat dari ideologi terorisme yang
penuh dengan kekerasan.
"Saya
minta pendekatan _soft power_ yang kita lakukan bukan hanya dengan
memperkuat program deradikalisasi kepada mantan napi teroris, tetapi
juga membersihkan lembaga-lembaga mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK,
perguruan tinggi, dan ruang-ruang publik dari ajaran-ajaran ideologi
terorisme," ucapnya.
Lebih
lanjut Presiden mengatakan, langkah preventif ini menjadi penting
ketika kita melihat pada serangan teror bom bunuh diri di Surabaya dan
Sidoarjo minggu lalu mulai melibatkan keluarga, perempuan, dan anak-anak
di bawah umur. Hal tersebut, menurut Presiden, cukup memberikan
peringatan bagi kita bersama.
"Ini
menjadi peringatan kepada kita, menjadi _wakeup call_, betapa keluarga
telah menjadi target indoktrinasi ideologi terorisme," tuturnya.
Maka
itu, Kepala Negara berpesan agar pendekatan _hard power_ yang selama
ini telah berjalan lebih dipadukan dan diperkuat dengan pendekatan _soft
power_ dengan turut menyasar pada langkah pencegahan berkembangnya
ideologi terorisme di lapisan masyarakat yang lebih luas.
"Sekali
lagi saya ingatkan ideologi terorisme telah masuk kepada keluarga kita,
sekolah-sekolah kita, untuk itu saya minta pendekatan _hard power_
dengan _soft power_ dipadukan, diseimbangkan, dan saling menguatkan
sehingga aksi pencegahan dan penanggulangan terorisme ini bisa berjalan
jauh lebih efektif," pungkasnya.
Secara
terpisah, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan
Wiranto dalam keterangannya kepada jurnalis mengatakan, terorisme bukan
hanya musuh TNI dan polisi saja tetapi musuh bersama karena korbannya
rakyat sehingga harus ada sinkronisasi komponen bangsa.
"Kita
lihat teroris hidup di kalangan masyarakat, sumbernya masyarakat, kalau
kita lihat kondisi seperti itu tentu yang dihadapi kita bersama
terorisme musuh bersama," ujar Wiranto.
Sementara
itu Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebutkan bahwa dari
kepolisian sendiri dia berharap revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dapat segera
dilaksanakan.
"Dengan
Undang-Undang baru bisa komprehensif dengan melibatkan banyak pihak tapi
tetap menghargai nilai-nilai demokrasi dan HAM. Jadi penanganan
pencegahan yang melibatkan banyak pihak," tutur Tito.
Menurut
Tito, aksi terorisme adalah puncak gunung es. Sementara akar gunung es
meliputi permasalahan komprehensif ekonomi, ideologi, keadilan, dan
ketidakpuasan.
"Ini yang
perlu ditangani, ada prosesnya untuk menuju aksi terorsime. Di Surabaya
prosesnya cukup panjang. Dengan rapat tadi Presiden beri arahan baik
_hard power_ penegakan hukum, melibatkan stakeholder terkait BIN, TNI,
BNPT, dan langkah-langkah komprehensif pencegahan dan pascaperistiwa
terutama untuk ubah _mindset_ ideologi terorisme," lanjutnya.
Tito
mengatakan Polri juga mengajukan agar dibangun rutan dengan penjagaan
maksimum. Ada masa penangkapan, penyidikan, penuntutan, persidangan di
mana tersangka atau terdakwa ditempatkan di tempat khusus yang tidak
sama dengan rutan Salemba dan Cipinang.
Bey Machmudin
Tag:
Nasional
2:10 PM

Boven Digoel, Papua- Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, tak henti-hentinya untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat, terlebih para warga yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.
Hal itu, dikatakan langsung oleh Dansatgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Letkol Inf Sidik Wiyono. Menurutnya, pengabdian ke masyarakat, merupakan visi dan misi yang paling utama sebagai prajurit pengaman perbatasan.
“Mulai dari segi pendidikan, keagamaan hingga kegiatan-kegiatan lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Letkol Inf Sidik. Selasa, 22 Mei 2018.
Memasuki bulan suci ramadhan kali ini, kata Dansatgas, dirinya menyempatkan diri untuk mengunjungi salah satu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang berlokasi di Distrik Mindiptanah, Papua.
Menurutnya, di lokasi tersebut, terdapat puluhan anak-anak yang hampir setiap harinya menggelar pengajian rutin. “Mereka, mendapat bimbingan dari personel kita,” tuturnya.
Namun, ada hal menarik dalam kunjungan yang dilakukan oleh Letkol Inf Sidik di TPA santri Al-Hidayah tersebut. Dirinya, merasa sangat gembira ketika mendengar informasi dari personelnya mengenai beberapa santri yang dinyatakan lulus (khatam) membaca Al-Qur’an saat itu.
“Betapa senangnya ketika mendengar kabar itu. Sebagai bentuk apresiasi, kami juga memberikan ijazah khatam kepada 10 santri yang khatam membaca Al- Qur’an tersebut,” ungkapnya.
Tak hanya itu, di lokasi yang sama, Wadan Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Mayor Inf Sugeng, juga menyempatkan diri untuk memberikan beberapa materi pembekalan kepada para santri di TPA tersebut.
Selain menghimbau para santri untuk rajin belajar, dirinya juga berpesan kepada para santri di TPA tersebut, untuk terus memperdalam ilmu keagamaan. “Sebelumnya, kami ucapkan selamat terlebih dahulu kepada adik-adik kita yang khatam Al-Qur’an saat ini. Saya harap, adik-adik tersebut, dapat menularkan ilmunya ke santri-santri lainnya,” pinta Mayor Inf Sugeng.
Rencananya, dalam memperingati momentum ramadhan, sekaligus merayakan keberhasilan para santri yang khatam Al- Qur’an tersebut, Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, akan menggelar acara buka puasa bersama. Usai itu, para personel Satgas juga akan menggelar shalat tarawih bersama yang akan diikuti oleh santri dan warga setempat.
Tak hanya itu saja, rencananya, dalam memperingati bulan suci ramadhan, Dansatgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Letkol Inf Sidik Wiyono, berencana untuk menggelar lomba baca dan tulis Al-Qur’an di distrik-distrik lainnya yang berada di wilayah Kabupaten Boven Digoel, Papua.
10 Santri di Wilayah Perbatasan, Peroleh Ijazah dari Lektol Sidik

Boven Digoel, Papua- Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, tak henti-hentinya untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat, terlebih para warga yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.
Hal itu, dikatakan langsung oleh Dansatgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Letkol Inf Sidik Wiyono. Menurutnya, pengabdian ke masyarakat, merupakan visi dan misi yang paling utama sebagai prajurit pengaman perbatasan.
“Mulai dari segi pendidikan, keagamaan hingga kegiatan-kegiatan lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Letkol Inf Sidik. Selasa, 22 Mei 2018. Memasuki bulan suci ramadhan kali ini, kata Dansatgas, dirinya menyempatkan diri untuk mengunjungi salah satu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang berlokasi di Distrik Mindiptanah, Papua.
Menurutnya, di lokasi tersebut, terdapat puluhan anak-anak yang hampir setiap harinya menggelar pengajian rutin. “Mereka, mendapat bimbingan dari personel kita,” tuturnya.
Namun, ada hal menarik dalam kunjungan yang dilakukan oleh Letkol Inf Sidik di TPA santri Al-Hidayah tersebut. Dirinya, merasa sangat gembira ketika mendengar informasi dari personelnya mengenai beberapa santri yang dinyatakan lulus (khatam) membaca Al-Qur’an saat itu.
“Betapa senangnya ketika mendengar kabar itu. Sebagai bentuk apresiasi, kami juga memberikan ijazah khatam kepada 10 santri yang khatam membaca Al- Qur’an tersebut,” ungkapnya.
Tak hanya itu, di lokasi yang sama, Wadan Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Mayor Inf Sugeng, juga menyempatkan diri untuk memberikan beberapa materi pembekalan kepada para santri di TPA tersebut.
Selain menghimbau para santri untuk rajin belajar, dirinya juga berpesan kepada para santri di TPA tersebut, untuk terus memperdalam ilmu keagamaan. “Sebelumnya, kami ucapkan selamat terlebih dahulu kepada adik-adik kita yang khatam Al-Qur’an saat ini. Saya harap, adik-adik tersebut, dapat menularkan ilmunya ke santri-santri lainnya,” pinta Mayor Inf Sugeng.
Rencananya, dalam memperingati momentum ramadhan, sekaligus merayakan keberhasilan para santri yang khatam Al- Qur’an tersebut, Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, akan menggelar acara buka puasa bersama. Usai itu, para personel Satgas juga akan menggelar shalat tarawih bersama yang akan diikuti oleh santri dan warga setempat.
Tak hanya itu saja, rencananya, dalam memperingati bulan suci ramadhan, Dansatgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Letkol Inf Sidik Wiyono, berencana untuk menggelar lomba baca dan tulis Al-Qur’an di distrik-distrik lainnya yang berada di wilayah Kabupaten Boven Digoel, Papua.
Tag:
Nasional
7:45 PM
Presiden Joko Widodo Resmikan Kereta Bandara Ketiga di Indonesia
Written By ANDI on 21 Mei 2018 | 7:45 PM
PK,.Padang, 21 Mei 2018,.Presiden Joko Widodo meresmikan Kereta Api (KA) Bandara Internasional
Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat,
Senin, 21 Mei 2018. Kereta ini merupakan kereta bandara ketiga di
Indonesia setelah KA Bandara Kualanamu dan KA Bandara Soekarno-Hatta.
"Kereta
bandara seperti ini baru ada di Medan, kemudian di Jakarta, kemudian
yang sekarang ada di Sumatra Barat di Padang," kata Presiden dalam
sambutannya.
KA bandara
ini diberi nama KA Minangkabau Ekspres dan sudah beroperasi perdana pada
1 Mei 2018. Dengan adanya kereta bandara ini, Presiden berharap,
penggunaan mobil pribadi bisa dikurangi sehingga bisa mengurangi
kemacetan, seperti halnya di Jakarta.
"Kenapa
kereta dibangun di Jakarta Kota ke Bandara? Karena kita ingin
mengurangi mobil pribadi. Kita ingin orang naik transportasi massal,
busway, kereta, sebentar lagi ada MRT dan LRT. Tanpa itu pasti di
seluruh dunia pasti akan macet. Di Sumatra Barat khususnya di Kota
Padang, kita ingin hal yang sama," paparnya.
Lebih
lanjut, Presiden mengatakan bahwa harga tiket kereta bandara di Padang
ini juga sangat terjangkau. Perbedaannya dengan kereta bandara di
Jakarta, kata Presiden, adalah kereta bandara di Padang dibiayai dari
APBN, bukan swasta.
"Tiketnya
sangat murah sekali. Kalau di Jakarta dikerjakan swasta kalau di sini
dikerjakan APBN. Tadi saya ngecek langsung tiketnya. Di sini tiket
tercantum Rp10 ribu. Artinya apa? Ya sangat murah sekali. Kalau Bapak,
Ibu naik mobil ke airport, mungkin 1 jam. Hitung saja bensin berapa,"
ucapnya.
Dalam kesempatan
itu, Presiden juga menyampaikan bahwa Bandara Internasional Minangkabau
ini sedang dalam proses perluasan. Dari sebelumnya 2,7 juta penumpang
per tahun menjadi 5,7 juta penumpang di akhir 2019.
"Saya
tanyakan Direktur Utama Angkasa Pura, kapan selesai Pak Dirut?
Jawabannya insyaallah Pak 2019. Insyaallah 2019 akan selesai sehingga
airport Bandara Internasional Minangkabau ini menjadi airport besar
dengan kapasitas 5,7 juta penumpang," kata Kepala Negara.
Turut
hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam
acara peresmian KA bandara ini diantaranya adalah Sekretaris Kabinet
Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral Arcandra Tahar, Gubernur Sumatera Barat Iwan Prayitno dan Dirut
PT KAI Edi Sukmoro.
Setelah
meresmikan KA bandara ini, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan
melanjutkan perjalanan menuju Kota Padang dengan menggunakan kereta
bandara. Sepanjang perjalanan di dalam kereta, Presiden dan Ibu Iriana
pun bertatap muka dengan perwakilan Ketua OSIS SMA dan SMK se-Provinsi
Sumatra Barat ini.
Setibanya
di Stasiun Padang, Presiden sempat berdialog dengan beberapa perwakilan
Ketua OSIS SMA dan SMK se-Provinsi Sumatra Barat. Salah satunya bernama
Riskan, yang bercita-cita menjadi presiden.
"Pengin jadi presiden itu gimana?" tanya Presiden."Belajar
keras, raih prestasi, terus jurusannya Hubungan Internasional di PTN.
Insyaallah kalau atas izin Allah jadi wali kota Solok terus jadi
presiden," jawab Riskan.
Tag:
Nasional
2:12 PM
Tim Polres Boven Digoel, Tumbang di Tangan Satgas Pamtas Raider 500/Sikatan
Written By ANDI on 20 Mei 2018 | 2:12 PM
PK,.Boven Digoel, Papua- Tim Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, akhirnya secara resmi dinyatakan sebagai pemenang dalam pertandingan voli piala Bupati yang dimulai pada tanggal 9 Mei 2018 lalu itu. Bahkan, dalam sesi semi final, tim Satgas telah berhasil menekuk tim voli Bhayangkara dengan peroleh skor telak 3-0.
Dansatgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan mengungkapkan, kemenangan yang berhasil diraih oleh personelnya tersebut, merupakan suatu kebanggan tersendiri, terlebih dalam sportifitas dan kekompakkan yang berhasil ditunjukkan oleh anggotanya selama mengikuti kejuaraan piala Bupati Boven Digoel tersebut.
“Kemenangan ini, adalah buah dari kerja keras seluruh tim yang tanpa kenal lelah selama menggelar latihan sebelum berlangsungnya event ini,” kata Letkol Inf Sidik Wiyono usai berlangsungnya pertandingan bola voli yang digelar di Polsek Mandobo. Sabtu, 19 Mei 2018 malam.
Selain itu, kata Dasatgas Raider 500/Sikatan ini, dalam kemenangan yang berhasil diraih tersebut, dirinya menghimbau seluruh personelnya untuk tetap berlatih dan memberikan inovasi kepada tim voli lainnya.
“Kemenangan ini, bukanlah tujuan kami. Akan tetapi, semangat kami adalah untuk memberikan inspirasi kepada generasi muda di Kabupaten Boven Digoel, agar terus bekerja keras, dan berlatih dalam menggapai kesuksesannya,” tuturnya. “Dan yang paling penting ialah, tumbuhkan sportifitas dan kebersamaan,” tambahnya.
Perlu diketahui, event tersebut, telah diikuti oleh 16 tim yang berasal dari seluruh wilayah di Kabupaten Boven Digoel, Papua. Sebelum dinyatakan sebagai pemenang, tim voli Satgas Pamtas, berhasil menekuk tim Digoel Putra dengan skor 2-0 dan tim Bhayangkara dengan skor 3-0. Sedangkan, di babak final, tim asuhan Letkol Inf Sidik Wiyono tersebut, berhasil mengalahkan tim voli Bomakia dengan nilai 3-0.
Sebelum dilakukan penutupan, Bupati Boven Digoel, Benedictus Tambonop, terlebih dahulu menyerahkan penghargaan, sekaligus piala Bupati kepada tim voli Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan. Tak hanya dihadiri Dansatgas dan Bupati Boven Digoel saja. Penyerahan piala, sekaligus penutupan event tersebut, juga dihadiri oleh Kapolres Boven Digoel, AKPB Afri Budi, Kepala Staf Kodim (Kasdim) Mayor Inf Hariyanto Hendrik, sekaligus beberapa pejabat Forpimda setempat lainnya.
Tag:
Nasional
10:01 AM
Presiden : Atasi Terorisme, Tindakan Preventif Lebih Penting dari Langkah Represif
Written By ANDI on 19 Mei 2018 | 10:01 AM
Jakarta, 18 Mei 2018,.Presiden
Joko Widodo mengatakan bahwa untuk mengatasi masalah terorisme,
tindakan preventif jauh lebih penting dibandingkan langkah-langkah
represif. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden dalam sambutannya saat
berbuka puasa bersama pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Kerja,
tokoh agama Islam, dan tokoh-tokoh lainnya di Istana Negara, Jakarta,
Jumat, 18 Mei 2018.
Dijelaskan dalam rilis kepada redaksi,"Langkah-langkah
preventif yang paling baik adalah bagaimana kita semuanya bisa
membersihkan lembaga-lembaga pendidikan dari TK, dari SD, dari SMP, SMA,
Perguruan Tinggi, dan juga ruang-ruang publik, mimbar-mimbar umum, dari
ajaran-ajaran ideologi yang sesat yaitu terorisme," ucap Presiden.
Hal
ini menjadi sorotan Presiden karena dari serangkaian aksi terorisme
yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, semuanya melibatkan anak-anak di
bawah umur.
"Seharusnya
anak-anak ini, masih dalam kondisi, mungkin masih senang bermain-main di
halaman rumah atau di gang-gang, dan juga seharusnya anak-anak ini juga
masih dalam kondisi senang-senang sekolah. Dan mungkin juga masih
senang-senangnya berkumpul dengan keluarga, berkumpul dengan
teman-temannya," katanya.
Presiden
menggarisbawahi betapa kejam dan kejinya ideologi terorisme yang sudah
melibatkan anak-anak dalam melakukan aksinya. Oleh karena itu, Presiden
berharap tidak ada lagi keluarga yang hancur karena ideologi sesat
seperti terorisme.
"Saya
hanya ingin mengingatkan artinya ini apa? Artinya ideologi yang kejam
ini, ideologi terorisme ini telah masuk ke dalam sendi-sendi keluarga
kita, keluarga di Indonesia. Ini yang harus hati-hati di sini," ujar
Kepala Negara.
Peran
keluarga, lanjut Presiden, seharusnya membangun masa depan anak,
memberikan rasa optimisme kepada anak, memberikan nilai-nilai yang baik,
dan nilai-nilai budi pekerti kepada anak. "Tapi justru kebalikannya,
hilang semuanya karena keluarga itu mengikuti ideologi terorisme,"
lanjutnya.
Lebih lanjut,
Presiden menegaskan bahwa pemerintah dan DPR sedang berusaha agar
Undang-Undang Antiterorisme bisa segera diselesaikan secepatnya.
Sementara itu, terkait proses pembentukan Komando Operasi Khusus
Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk menangani terorisme, Presiden
mengatakan bahwa hal tersebut hanya akan dilakukan apabila situasi sudah
di luar kapasitas Polri.
"Pemerintah
dalam proses membentuk Komando Operasi Khusus Gabungan yang berasal
dari Kopassus, dari Marinir, dari Paskhas, dalam rangka memberi rasa
aman kepada masyarakat, tetapi dengan catatan itu dilakukan apabila
situasi sudah di luar kapasitas Polri," ujar Presiden.
Bey Machmudin
Tag:
Nasional
5:04 PM

Surabaya,- Nama Lettu Inf Moch Aly, nampaknya tak asing di kancah olahraga Paralayang. Bahkan, nama tersebut, berhasil memikat telinga para atlet Paralayang hingga Paramotor tingkat Internasional.
Ketika ditemui, pria kelahiran Malang, 20 Pebruari 1978 itu mengungkapkan, pada tahun 2010 lalu, dirinya telah berhasil menduduki peringkat pertama dalam kejuaraan Paralayang yang berlangsung di Australia. “Di kategori lintas alam, saya berhasil meraih peringkat pertama waktu itu,” ujar Lettu Inf Moch Aly. Jumat, 18 Mei 2018 siang.
Tak hanya itu saja. Dirinya juga pernah menjuarai berbagai event Paralayang yang berlangsung di beberapa negara, termasuk diantaranya kejuaraan Paralayang di negara Malaysia, Serbia, Austria dan beberapa negara lainnya.
“Mulai tahun 2004 itu saya mulai ikut berbagai event Paralayang. Baik kelas Nasional, maupun Internasional,” ungkapnya.
Lettu Moch Aly, merupakan salah satu atlet Paralayang terbaik yang dimiliki Indonesia. Bahkan, beberapa waktu lalu, tepatnya pertengahan bulan April lalu, anggota Babinminvetcaddam V/Brawijaya itu, juga ditunjuk untuk mengikuti kejuaraan Paramotor yang berlangsung di Kota Wang Muang, Provinsi Saraburi, Thailand.
“Event itu digelar oleh Federation Aeronatique Internatiole (FAI) dan berlangsung sudah ke 10 kalinya. Semua negara hadir, totalnya 18 negara. Termasuk salah satunya Indonesia,” ungkap pria berumur 40 tahun ini.
Tak hanya dirinya saja, kata Aly, terdapat beberapa atlet lainnya yang juga menjadi perwakilan dari negara Indonesia. Selain dari Jawa Timur, juga terdapat atlet Paramotor asal Lampung dan DKI Jakarta yang dikirimkan ke negara berjuluk Gajah Putih itu. “Dua diantaranya dari Jakarta, sebagian dari Lampung dan Jawa Timur,” tuturnya.
Dirinya menambahkan, kejuaraan Paramotor yang digelar di Thailand beberapa waktu lalu itu, merupakan kejuaraan dunia Paramotor pertama yang diikuti oleh timnas Paramotor Indonesia.
“Kemarin, kita sudah berusaha dengan semaksimal mungkin. Apalagi, perlombaan seperti ini (Paramotor, red) baru kita ikuti,” ungkapnya. “Tapi, untuk event selanjutnya, kita akan targetkan kemenangan,” katanya.
Rencananya, pada tahun mendatang, event serupa juga akan digelar di India dan Arab Saudi. Untuk di India, rencananya akan berlangsung pada tahun 2019 mendatang. Sedangkan, di Arab Saudi, akan digelar tahun 2020.
Dari Pemegang Rekor Nasional, Hingga Keliling di 12 Negara
Written By ANDI on 18 Mei 2018 | 5:04 PM

Surabaya,- Nama Lettu Inf Moch Aly, nampaknya tak asing di kancah olahraga Paralayang. Bahkan, nama tersebut, berhasil memikat telinga para atlet Paralayang hingga Paramotor tingkat Internasional.
Ketika ditemui, pria kelahiran Malang, 20 Pebruari 1978 itu mengungkapkan, pada tahun 2010 lalu, dirinya telah berhasil menduduki peringkat pertama dalam kejuaraan Paralayang yang berlangsung di Australia. “Di kategori lintas alam, saya berhasil meraih peringkat pertama waktu itu,” ujar Lettu Inf Moch Aly. Jumat, 18 Mei 2018 siang.
Tak hanya itu saja. Dirinya juga pernah menjuarai berbagai event Paralayang yang berlangsung di beberapa negara, termasuk diantaranya kejuaraan Paralayang di negara Malaysia, Serbia, Austria dan beberapa negara lainnya.
“Mulai tahun 2004 itu saya mulai ikut berbagai event Paralayang. Baik kelas Nasional, maupun Internasional,” ungkapnya.
Lettu Moch Aly, merupakan salah satu atlet Paralayang terbaik yang dimiliki Indonesia. Bahkan, beberapa waktu lalu, tepatnya pertengahan bulan April lalu, anggota Babinminvetcaddam V/Brawijaya itu, juga ditunjuk untuk mengikuti kejuaraan Paramotor yang berlangsung di Kota Wang Muang, Provinsi Saraburi, Thailand.
“Event itu digelar oleh Federation Aeronatique Internatiole (FAI) dan berlangsung sudah ke 10 kalinya. Semua negara hadir, totalnya 18 negara. Termasuk salah satunya Indonesia,” ungkap pria berumur 40 tahun ini.
Tak hanya dirinya saja, kata Aly, terdapat beberapa atlet lainnya yang juga menjadi perwakilan dari negara Indonesia. Selain dari Jawa Timur, juga terdapat atlet Paramotor asal Lampung dan DKI Jakarta yang dikirimkan ke negara berjuluk Gajah Putih itu. “Dua diantaranya dari Jakarta, sebagian dari Lampung dan Jawa Timur,” tuturnya.
Dirinya menambahkan, kejuaraan Paramotor yang digelar di Thailand beberapa waktu lalu itu, merupakan kejuaraan dunia Paramotor pertama yang diikuti oleh timnas Paramotor Indonesia.
“Kemarin, kita sudah berusaha dengan semaksimal mungkin. Apalagi, perlombaan seperti ini (Paramotor, red) baru kita ikuti,” ungkapnya. “Tapi, untuk event selanjutnya, kita akan targetkan kemenangan,” katanya.
Rencananya, pada tahun mendatang, event serupa juga akan digelar di India dan Arab Saudi. Untuk di India, rencananya akan berlangsung pada tahun 2019 mendatang. Sedangkan, di Arab Saudi, akan digelar tahun 2020.
8:38 PM
Seribu Lilin, Wujud Dukungan Warga Perbatasan Untuk Pemerintah
Written By ANDI on 17 Mei 2018 | 8:38 PM
Boven Digoel, Papua- Maraknya aksi terorisme yang terjadi di Surabaya beberapa hari lalu, seakan meninggalkan duka bagi warga yang berada di wilayah perbatasan Indonesa-Papua Nugini.
Tak hanya sebatas kata saja. Namun, warga di Kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara tetangga tersebut, juga menggelar aksi sejuta lilin sebagai simbol atas rasa duka yang diungkapkannya.
Tak hanya itu, aksi seribu lilin yang diikuti oleh Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Kodim, Polres, Pemda Boven Digoel hingga tokoh masyarakat di wilayah tersebut, juga memberikan dukungan kepada Pemerintah dalam upayanya membasi aksi terorisme yang dinilai memecah belah bangsa, hingga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat tersebut.
Dansatgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Letkol Inf Sidik Wiyono mengungkapkan, selama berlangsungnya aksi tersebut, masyarakat juga menyanyikan lagu Padamu Negeri sebagai ungkapan rasa bela sungkawa mereka terhadap para korban aksi terorisme yang terjadi saat ini.
“Masyarakat juga berdo’a kepada para korban bom sesuai keyakinan masing-masing,” jelas Sidik ketika ditemui di Tugu Bung Hatta, Tanah Merah. Kamis, 17 Mei 2018 malam.
Tak hanya itu, akibat maraknya aksi tersebut (terorisme). Dirinya juga menginstruksikan seluruh personelnya untuk lebih memperketat pengamanan, sekaligus aktif melakukan patroli rutin bersama aparat keamanan lainnya. “Semua personel kita siagakan dan kita perintahkan untuk saling berkoordinasi dengan aparat keamanan lainnya,” tegasnya.
Tak hanya sebatas kata saja. Namun, warga di Kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara tetangga tersebut, juga menggelar aksi sejuta lilin sebagai simbol atas rasa duka yang diungkapkannya.
Tak hanya itu, aksi seribu lilin yang diikuti oleh Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Kodim, Polres, Pemda Boven Digoel hingga tokoh masyarakat di wilayah tersebut, juga memberikan dukungan kepada Pemerintah dalam upayanya membasi aksi terorisme yang dinilai memecah belah bangsa, hingga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat tersebut.
Dansatgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Letkol Inf Sidik Wiyono mengungkapkan, selama berlangsungnya aksi tersebut, masyarakat juga menyanyikan lagu Padamu Negeri sebagai ungkapan rasa bela sungkawa mereka terhadap para korban aksi terorisme yang terjadi saat ini.
“Masyarakat juga berdo’a kepada para korban bom sesuai keyakinan masing-masing,” jelas Sidik ketika ditemui di Tugu Bung Hatta, Tanah Merah. Kamis, 17 Mei 2018 malam.
Tak hanya itu, akibat maraknya aksi tersebut (terorisme). Dirinya juga menginstruksikan seluruh personelnya untuk lebih memperketat pengamanan, sekaligus aktif melakukan patroli rutin bersama aparat keamanan lainnya. “Semua personel kita siagakan dan kita perintahkan untuk saling berkoordinasi dengan aparat keamanan lainnya,” tegasnya.
Tag:
Nasional
7:42 AM
Presiden Salat Tarawih di Masjid Istiqlal
PK,.JAKARTA,.Presiden
Joko Widodo melaksanakan salat tarawih pertama Ramadan tahun ini di
Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018. Presiden tampak mengenakan
baju koko putih, sarung, dan peci hitam.
Presiden
tiba sekitar pukul 18.50 WIB dengan didampingi sejumlah menteri. Tampak
hadir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto,
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara
Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris
Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Staf Presiden Moeldoko.
Setibanya
di Masjid Istiqlal, Presiden langsung melaksanakan salat sunah
_tahiyatul masjid_ yang kemudian dilanjutkan dengan salat Isya
berjamaah. Setelah salat Isya dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci
Alquran dan ceramah yang disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof.
Dr. Nasaruddin Umar.
Dalam
ceramahnya Nasaruddin mengajak jamaah untuk berhati-hati dalam
menggunakan telepon genggam dan lebih giat membaca Alquran di bulan
Ramadan.
"Saya ingin
mengingatkan hati-hati kemuliaan Ramadan jangan ditukar dengan
kepentingan sesaat. Hati-hati memberikan _statement_, hati-hati
menggunakan jari kita untuk _mengenter_ _whatsapp_, jari jemari harus
juga berpuasa. Kita di depan handphone, saya mengajak untuk meninggalkan
benda kecil itu untuk membaca Quran," kata Nasaruddin.
Selesai
ceramah, Presiden kemudian melaksanakan salat tarawih berjamaah.
Bertindak sebagai imam dalam salat tarawih ini adalah Drs. H. Muhasyim
Abdul Majid, M.A.
Setelah selesai melaksanakan salat tarawih, Presiden bersama para menteri pergi meninggalkan Masjid Istiqlal.
Tag:
Nasional
8:47 PM
Presiden Ingatkan Kembali Jajarannya Agar Bersiap Terapkan OSS
Written By ANDI on 16 Mei 2018 | 8:47 PM
PK,.Jakarta, 16 Mei 2018,.Presiden
Joko Widodo kembali mengingatkan seluruh kementerian, lembaga, dan
pemerintah daerah yang nanti terintegrasi dengan _Online Single
Submission_ (OSS) agar bersiap. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam
sambutannya saat membuka Rapat Kabinet Paripurna di Istana Negara,
Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.
"Pertama
saya perintahkan kepada kementerian, lembaga, dan pemerintahan daerah
yang semuanya nanti terintegrasi dengan _online single submission_ ini
betul-betul mempersiapkan diri, baik infrastruktur teknologinya maupun
dari sisi sumber daya manusianya. Maupun yang paling penting adalah
dalam mengubah kultur birokrasi yang kita miliki," ujar Presiden.
"Pertama
saya perintahkan kepada kementerian, lembaga, dan pemerintahan daerah
yang semuanya nanti terintegrasi dengan _online single submission_ ini
betul-betul mempersiapkan diri, baik infrastruktur teknologinya maupun
dari sisi sumber daya manusianya. Maupun yang paling penting adalah
dalam mengubah kultur birokrasi yang kita miliki," ujar Presiden.
Disebutkan dalam rilis yang diterima Redaksi,Saat
OSS ini diluncurkan, lanjut Presiden, ego sektoral harus betul-betul
sudah hilang. "Tidak ada prosedur yang ribet, yang berbelit-belit,
berlama-lama. Semuanya harus terintegrasi, lebih cepat, dan lebih
sinergis antara kementerian, lembaga, dan pemda yang kita miliki," tutur
Kepala Negara.
Walaupun
demikian, Presiden juga mengingatkan bahwa reformasi tidak hanya soal
penerapan sistem _online_ saja. Tetapi juga terkait dengan
penyederhanaan regulasi yang menghambat pelaksanaan berusaha baik di
kementerian, lembaga, maupun di daerah.
"Untuk
itu saya perintahkan juga kepada Kepala Staf Kepresidenan untuk
memonitor ini dan melaporkan kepada saya kementerian apa saja dan
lembaga non-kementerian apa saja yang masih belum melaksanakan, yang
masih menghambat dalam penyederhanaan regulasi yang ada di kementerian
masing-masing," ucap Presiden.
Penyederhanaan
regulasi ini menurut Presiden merupakan hal yang penting terutama di
bidang investasi dan ekspor terutama dalam rangka meningkatkan
pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Lebih tegas Presiden
mengatakan prosedur perizinan untuk investasi yang berhubungan dengan
padat karya harus dikurangi sebanyak-banyaknya.
"Hilangkan
regulasi-regulasi yang tidak perlu. Hilangkan peraturan-peraturan baik
di tingkat kementerian, mungkin juga di tingkat eselon 1 dirjen, dan
mungkin juga di tingkat BUMN kita yang sekali lagi banyak menghambat
investasi terutama dalam rangka pembukaan lapangan pekerjaan. Karena
hanya dengan investasi dan ekspor inilah pertumbuhan ekonomi dapat kita
kejar. Dengan investasi dan ekspor ini bisa kita tingkatkan pertumbuhan
ekonomi yang ada," kata Presiden.
Selain
itu Kepala Negara mengingatkan setiap menteri untuk mengecek
program-program kegiatan yang ada di kementeriannya. Hal ini berkaitan
dengan postur APBN dan fiskal yang menurut Presiden sedang terus
diperbaiki.
"Menteri ini
agar mengecek program-program kegiatan yang ada di kementeriannya. Untuk
kira-kira yang rutinitas, yang sudah bertahun-tahun itu ada, tolong
digeser betul ke hal-hal yang produktif yang memberikan hasil, yang
memberikan manfaat, yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat," tutur
Presiden.
Pada kesempatan
itu juga Presiden mengintruksikan kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito
Karnavian untuk terus menjaga keamanan menjelang bulan Ramadan.
Sehingga, Presiden berharap, umat Islam bisa menunaikan ibadah puasa
dengan rasa aman dan penuh kedamaian.
"Saya
ingin menyampaikan kepada Kapolri dibantu Panglima TNI dan Kepala BIN
untuk terus menjaga keamanan, mengendalikan keamanan, dan mengedepankan
semangat persaudaraan dan kerukunan sosial kita karena besok kita segera
menyongsong pelaksanaan ibadah puasa sehingga kita harapkan umat Islam
bisa menunaikan ibadah puasanya dengan rasa aman dan penuh kedamaian,"
ujar Presiden.
Sementara
itu untuk seluruh menteri dan kepala lembaga Presiden menekankan
pentingnya penyampaian narasi ke dunia internasional bahwa Indonesia
aman. "Yang terakhir untuk seluruh menteri dan kepala lembaga saya ingin
menyampaikan bahwa narasi termasuk ke dunia internasional itu penting
sekali untuk disampaikan bahwa Indonesia aman dan kita semuanya sekarang
ini tetap fokus untuk bekerja," ucap Presiden.
Bey Machmudin
Tag:
Nasional
4:17 PM
Boven Digoel, Papua- Pemerintah mulai menegaskan jika Indonesia saat ini, dilanda darurat narkoba. Tak hanya sosialiasi akan bahaya narkoba. Namun, Pemerintah juga sudah mengeluarkan sinyal untuk berperang melawan narkoba, terlebih oleh personel TNI.
Bahaya itu, tak hanya menjadikan kalangan dewasa saja sebagai korban akan keganasannya. Namun, anak-anak juga tak luput dari bahaya peredaran barang haram tersebut.
Sehubungan dengan hal itu, Perwira Hukum (Pakum) Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Lettu Chk Piryanto, memberikan pemahaman kepada masyarakat di wilayah perbatasan RI-Papua Nugini, untuk lebih waspada terhadap narkoba dan narkotika yang saat ini, keberadaannya dinilai meresahkan masyarakat.
“Narkoba merupakan ancaman terbesar bangsa dan negara. Akibat barang itu (narkoba, red), masa depan bangsa bisa rusak,” ujar Piryanto melalui sosialisasi yang berlangsung di Balai Distrik Kombut, Kabupaten Boven Digoel, Papua. Selasa, 15 Mei 2018 siang.
Tak hanya itu, yang digelar di dua titik lokasi tersebut, juga memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya mengkonsumsi minuman-minuman keras. “Mulai pencegahan, hingga peringatan akan bahaya mengkonsumsi barang haram itu, kita sampaikan semuanya ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dansatgas Yonif Raider 500/Sikatan menambahkan, tak hanya sosialiasi akan bahaya narkotika dan minuman keras saja. Namun, dirinya juga memerintahkan personelnya untuk memberikan pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan kepada warga sekitar. “Bela negara adalam upaya setiap warga negara dalam mempertahankan negaranya ketika ada ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri,” tegas Letkol Inf Sidik Wiyono. Dirinya menilai, dalam menanamkan kecintaan masyarakat kepada negaranya, bela negara dinilai penting untuk disosialisasikan kepada para warga di wilayah perbatasan. “Semua sudah diatur di dalam Undang-Undang Dasar 1945, dan dicantumkan di dalam pasal 30. Jadi, sosialisasi saat ini, juga meliputi pembekalan wasbang dan bela negara,” tambahnya.
Satgas Pamtas Peringatkan Bahaya Narkoba
Written By ANDI on 15 Mei 2018 | 4:17 PM
Boven Digoel, Papua- Pemerintah mulai menegaskan jika Indonesia saat ini, dilanda darurat narkoba. Tak hanya sosialiasi akan bahaya narkoba. Namun, Pemerintah juga sudah mengeluarkan sinyal untuk berperang melawan narkoba, terlebih oleh personel TNI.
Bahaya itu, tak hanya menjadikan kalangan dewasa saja sebagai korban akan keganasannya. Namun, anak-anak juga tak luput dari bahaya peredaran barang haram tersebut.
Sehubungan dengan hal itu, Perwira Hukum (Pakum) Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Lettu Chk Piryanto, memberikan pemahaman kepada masyarakat di wilayah perbatasan RI-Papua Nugini, untuk lebih waspada terhadap narkoba dan narkotika yang saat ini, keberadaannya dinilai meresahkan masyarakat.
“Narkoba merupakan ancaman terbesar bangsa dan negara. Akibat barang itu (narkoba, red), masa depan bangsa bisa rusak,” ujar Piryanto melalui sosialisasi yang berlangsung di Balai Distrik Kombut, Kabupaten Boven Digoel, Papua. Selasa, 15 Mei 2018 siang.
Tak hanya itu, yang digelar di dua titik lokasi tersebut, juga memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya mengkonsumsi minuman-minuman keras. “Mulai pencegahan, hingga peringatan akan bahaya mengkonsumsi barang haram itu, kita sampaikan semuanya ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dansatgas Yonif Raider 500/Sikatan menambahkan, tak hanya sosialiasi akan bahaya narkotika dan minuman keras saja. Namun, dirinya juga memerintahkan personelnya untuk memberikan pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan kepada warga sekitar. “Bela negara adalam upaya setiap warga negara dalam mempertahankan negaranya ketika ada ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri,” tegas Letkol Inf Sidik Wiyono. Dirinya menilai, dalam menanamkan kecintaan masyarakat kepada negaranya, bela negara dinilai penting untuk disosialisasikan kepada para warga di wilayah perbatasan. “Semua sudah diatur di dalam Undang-Undang Dasar 1945, dan dicantumkan di dalam pasal 30. Jadi, sosialisasi saat ini, juga meliputi pembekalan wasbang dan bela negara,” tambahnya.
Tag:
Nasional
9:09 AM
Surabaya,- Rotasi jabatan di kalangan TNI-AD, merupakan suatu hal yang lumrah. Selain sebagai bentuk upaya pembinaan Satuan. Hal itu, juga bertujuan untuk meningkatkan Satuan TNI-AD yang handal dan professional.
Seperti yang berlangsung di Gedung Balai Prajurit Makodam V/Brawijaya saat ini, Senin, 14 Mei 2018 siang. Dengan dipimpin langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, M. A, serah terima jabatan (Sertijab) tersebut, juga dihadiri oleh pejabat di jajaran Kodam V/Brawijaya serta perwakilan prajurit.
Tak hanya kursi Asisten Intelijen (Asintel) Kasdam V/Brawijaya saja. Namun, terdapat beberapa kursi jabatan lainnya yang akan diduduki oleh Perwira Menengah baru. Masing-masing diantaranya ialah kursi Asisten Operasional (Asops), Danpomdam V/Brawijaya, Kabekangdam dan Kabintaldam V/Brawijaya.
Melalui amanat yang dibacakannya, orang nomor satu di Makodam itu menyebutkan, jabatan yang akan diemban oleh para pejabat baru, merupakan suatu amanah yang harus dipertanggungjawabkan oleh masing-masing pejabat baru.
“Oleh karena itu saudara harus mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dengan rasa tanggung jawab sesuai harapan yang diinginkan serta sejalan dengan petunjuk dan kebijakan pimpinan,” tegas Mayjen Arif.
Sebagai pimpinan di Satuan, tegas Pangdam, para Perwira baru, nantinya akan dituntut untuk meningkatkan kinerja satuan melalui beberapa cara, salah satu diantaranya merupakan menyangkut kedisiplinan dan memelihara mental seluruh personel di satuan yang akan di dudukinya.
“Kepada para pejabat yang baru , saya berharap untuk segera beradaptasi dengan tugas yang akan diemban. Berbagai tugas, tantangan dan permasalahan sudah menunggu untuk dapat segera diselesaikan atau dicarikan solusinya,” ujar Pangdam V/Brawijaya ini.
Mantan Gubernur Akmil ini menambahkan, pada tahun ini, di Jawa Timur akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak dan secara langsung.
Sehubungan dengan hal itu, dirinya menghimbau seluruh jajarannya, untuk menjaga, sekaligus menjunjung tinggi komitmen netralitas TNI dalam kehidupan politik, Nasional maupun daerah.
“Kodam V/Brawijaya harus siap membantu mengamankan masa kampanye dan jalannya Pilkada, guna menjamin stabilitas keamanan dalam kelangsungan hidup bermasyarakat,” pinta Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, M. A, melalui amanat yang disampaikannya.
Perlu diketahui, jabatan Asintel Kasdam V/Brawijaya yang sebelumnya di jabat oleh Kolonel Inf Ayub Akbar, akan digantikan oleh Kolonel Inf Darwis Efendi. Sedangkan untuk kursi Asops, yang sebelumnya diduduki oleh Kolonel Inf Febrieal B. Sikumbang, akan digantikan oleh Kolonel Inf Samuel Jefferson Aling.
Tidak hanya itu saja, Kolonel Cpm Subiakto yang sebelumnya menjabat Danpomdam V/Brawijaya, akan digantikan oleh Kolonel Cpm Eka Wijaya Permana, S. H. Pada jabatan Kabekangdam V/Brawijaya, akan di duduki oleh Letkol Cba Agus Sibekti, S. Sos yang sebelumnya dijabat oleh Kolonel Cba Bambang Muktiono. Dan yang terakhir, jabatan Kabintaldam V/Brawijaya, yang sebelumnya dijabat oleh Kolonel Caj Moch Rifa’i, akan digantikan oleh Letkol Caj Drs. Suwanan.
5 Perwira Menengah, Duduki Kursi Jabatan di Kodam Brawijaya
Surabaya,- Rotasi jabatan di kalangan TNI-AD, merupakan suatu hal yang lumrah. Selain sebagai bentuk upaya pembinaan Satuan. Hal itu, juga bertujuan untuk meningkatkan Satuan TNI-AD yang handal dan professional.
Seperti yang berlangsung di Gedung Balai Prajurit Makodam V/Brawijaya saat ini, Senin, 14 Mei 2018 siang. Dengan dipimpin langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, M. A, serah terima jabatan (Sertijab) tersebut, juga dihadiri oleh pejabat di jajaran Kodam V/Brawijaya serta perwakilan prajurit.
Tak hanya kursi Asisten Intelijen (Asintel) Kasdam V/Brawijaya saja. Namun, terdapat beberapa kursi jabatan lainnya yang akan diduduki oleh Perwira Menengah baru. Masing-masing diantaranya ialah kursi Asisten Operasional (Asops), Danpomdam V/Brawijaya, Kabekangdam dan Kabintaldam V/Brawijaya.
Melalui amanat yang dibacakannya, orang nomor satu di Makodam itu menyebutkan, jabatan yang akan diemban oleh para pejabat baru, merupakan suatu amanah yang harus dipertanggungjawabkan oleh masing-masing pejabat baru.
“Oleh karena itu saudara harus mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dengan rasa tanggung jawab sesuai harapan yang diinginkan serta sejalan dengan petunjuk dan kebijakan pimpinan,” tegas Mayjen Arif.
Sebagai pimpinan di Satuan, tegas Pangdam, para Perwira baru, nantinya akan dituntut untuk meningkatkan kinerja satuan melalui beberapa cara, salah satu diantaranya merupakan menyangkut kedisiplinan dan memelihara mental seluruh personel di satuan yang akan di dudukinya.
“Kepada para pejabat yang baru , saya berharap untuk segera beradaptasi dengan tugas yang akan diemban. Berbagai tugas, tantangan dan permasalahan sudah menunggu untuk dapat segera diselesaikan atau dicarikan solusinya,” ujar Pangdam V/Brawijaya ini.
Mantan Gubernur Akmil ini menambahkan, pada tahun ini, di Jawa Timur akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak dan secara langsung.
Sehubungan dengan hal itu, dirinya menghimbau seluruh jajarannya, untuk menjaga, sekaligus menjunjung tinggi komitmen netralitas TNI dalam kehidupan politik, Nasional maupun daerah.
“Kodam V/Brawijaya harus siap membantu mengamankan masa kampanye dan jalannya Pilkada, guna menjamin stabilitas keamanan dalam kelangsungan hidup bermasyarakat,” pinta Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, M. A, melalui amanat yang disampaikannya.
Perlu diketahui, jabatan Asintel Kasdam V/Brawijaya yang sebelumnya di jabat oleh Kolonel Inf Ayub Akbar, akan digantikan oleh Kolonel Inf Darwis Efendi. Sedangkan untuk kursi Asops, yang sebelumnya diduduki oleh Kolonel Inf Febrieal B. Sikumbang, akan digantikan oleh Kolonel Inf Samuel Jefferson Aling.
Tidak hanya itu saja, Kolonel Cpm Subiakto yang sebelumnya menjabat Danpomdam V/Brawijaya, akan digantikan oleh Kolonel Cpm Eka Wijaya Permana, S. H. Pada jabatan Kabekangdam V/Brawijaya, akan di duduki oleh Letkol Cba Agus Sibekti, S. Sos yang sebelumnya dijabat oleh Kolonel Cba Bambang Muktiono. Dan yang terakhir, jabatan Kabintaldam V/Brawijaya, yang sebelumnya dijabat oleh Kolonel Caj Moch Rifa’i, akan digantikan oleh Letkol Caj Drs. Suwanan.
Tag:
Nasional
3:44 PM
Boven Digoel, Papua- Berbagai pelatihan dan wawasan, mulai diberikan oleh Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan dalam meningkatkan taraf ekonomi warga di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.
Bermodalkan kayu rotan, para ibu-ibu yang berada di Kampung Amoan, Kabupaten Boven Digoel, Papua terlihat sangat antusias untuk mengikuti setiap gerakan, maupun tata cara pembuatan piring yang dilakukan oleh Komandan Pos (Danpos) Amoan, Letda Inf Suratno. Senin, 14 Mei 2018 siang.
Gagasan itu muncul, kata Suratno, ketika dirinya merasa prihatin akan minimnya alat-alat dapur yang dimiliki oleh warga setempat.
“Mudah-mudahan, bukan hanya sebagai kebutuhan pribadi saja. Namun, hasil dari ketrampilan ibu-ibu disini, bisa digunakan untuk meningkatkan kebutuhan ekonomi mereka,” ujar Letda Suratno.
Sementara itu, Dansatgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Letkol Inf Sidik Wiyono menambahkan, dirinya bersama personelnya akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik kepada warga di wilayah perbatasan. Selain tugas pokok, hal itu merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh dirinya bersama seluruh personel Pamtas lainnya. “Kami tidak akan pernah berhenti untuk memberikan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.
Berbahan Kayu Rotan, Satgas Pamtas Bekali Wanita Membuat Piring
Written By ANDI on 14 Mei 2018 | 3:44 PM
Boven Digoel, Papua- Berbagai pelatihan dan wawasan, mulai diberikan oleh Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan dalam meningkatkan taraf ekonomi warga di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.
Bermodalkan kayu rotan, para ibu-ibu yang berada di Kampung Amoan, Kabupaten Boven Digoel, Papua terlihat sangat antusias untuk mengikuti setiap gerakan, maupun tata cara pembuatan piring yang dilakukan oleh Komandan Pos (Danpos) Amoan, Letda Inf Suratno. Senin, 14 Mei 2018 siang.
Gagasan itu muncul, kata Suratno, ketika dirinya merasa prihatin akan minimnya alat-alat dapur yang dimiliki oleh warga setempat.
“Mudah-mudahan, bukan hanya sebagai kebutuhan pribadi saja. Namun, hasil dari ketrampilan ibu-ibu disini, bisa digunakan untuk meningkatkan kebutuhan ekonomi mereka,” ujar Letda Suratno.
Sementara itu, Dansatgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Letkol Inf Sidik Wiyono menambahkan, dirinya bersama personelnya akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik kepada warga di wilayah perbatasan. Selain tugas pokok, hal itu merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh dirinya bersama seluruh personel Pamtas lainnya. “Kami tidak akan pernah berhenti untuk memberikan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.
Tag:
Nasional
7:29 PM
Pernyataan Presiden Joko Widodo Tentang Serangan Bom Bunuh Diri di Surabaya
Written By ANDI on 13 Mei 2018 | 7:29 PM
PK,.Surabaya, 13 Mei 2018,.Setelah
meninjau lokasi serangan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Kristen
Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya
(GPPS) Jalan Arjuno serta menjenguk korban di rumah sakit Bhayangkara,
Surabaya, Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers dalam rilis yang diterima redaksi sebagai
berikut:
1. Hari ini
telah terjadi aksi teror di tiga lokasi di Surabaya. Tindakan terorisme
kali ini sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan yang menimbulkan
korban anggota masyarakat, anggota kepolisian dan juga anak-anak yang
tidak berdosa. Termasuk pelaku yang menggunakan 2 anak berumur kurang
lebih 10 tahun, yang digunakan juga untuk melakukan bom bunuh diri.
2.
Terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya
dengan agama apapun. Semua ajaran agama menolak terorisme apapun
alasannya.
3. Tak ada
kata yang dapat menggambarkan betapa dalam rasa duka cita kita semuanya
atas jatuhnya korban akibat serangan bom bunuh diri di Surabaya ini.
4.
Pagi tadi saya sudah memerintahkan kepada Kapolri untuk mengusut tuntas
jaringan-jaringan pelaku dan saya perintahkan untuk membongkar jaringan
itu sampai ke akar-akarnya.
5. Seluruh aparat negara tak akan membiarkan tindakan pengecut semacam ini.
6.
Saya mengajak semua anggota masyarakat untuk bersama-sama memerangi
terorisme, memerangi radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai
agama, nilai-nilai luhur kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi
nilai-nilai ketuhanan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebinekaan.
7.
Saya juga menghimbau kepada seluruh rakyat di seluruh pelosok Tanah Air
agar semuanya tetap tenang, menjaga persatuan, dan waspada. Hanya
dengan upaya bersama seluruh bangsa, terorisme dapat kita berantas. Kita
harus bersatu melawan terorisme.
8.
Marilah kita berdoa untuk para korban yang meninggal dunia, semoga
mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan kepada keluarga
yang ditinggalkan, diberi ketabahan dan keikhlasan.
9.
Untuk para korban yang luka-luka, mari kita doakan agar segera diberi
kesembuhan dan negara, pemerintah menjamin semua biaya pengobatan dan
perawatan para korban.
Bey Machmudin
Tag:
Nasional
5:29 PM
Danrem 082/CPYJ dan Tokoh Masyarakat Mojokerto, Kutuk Aksi Teror di Surabaya
Mojokerto,- Aksi terorisme yang terjadi di Surabaya pagi tadi, Minggu, 13 Mei 2018 pagi, menuai kritikan keras dari berbagai pihak. Tak hanya dari aparatur keamanan saja. Namun, kecaman keras tersebut, juga dilontarkan oleh Ketua Forum Pembahuran Kebangsaan (FPK) Mojokerto, Drs, KH. Mahfud Said.
Kecaman itu, dilontarkan oleh Mahfud Said melalui deklarasi tokoh masyarakat bersama Forpimda yang berlangsung di halaman Mapolres Mojokerto dengan dihadiri oleh Danrem 082/CPYJ, Kolonel Arm Budi Susanto, S. Sos dan Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata beserta beberapa pihak terkait lainnya.
Atas insiden ledakan bom yang terjadi di 3 titik wilayah di Kota Surabaya pagi tadi, dirinya menghimbau seluruh umat beragama untuk tetap bisa menjaga keutuhan NKRI. “Mari kita saling bahu-membahu dari berbagai elamen semua, kepribadian bangsa harus kuat untuk melawan teroris,” tegas Ketua FKP Mojokerto ini.
Di sisi lain, Danrem menuturkan, atas insiden tersebut, dirinya mengajak seluruh elemen, maupun pihak untuk saling bahu-membahu dalam upaya pemberantasan terorisme yang saat ini dinilai semakin merajalela.
“Kita harus bekerjasama. Untuk itu, melalui acara ini, kita berharap untuk bisa saling bahu membahu dalam memberantas kejahatan itu (teroris, red),”ajak Danrem 082/CPYJ ini.
Tak hanya sampai disitu saja. Dirinya bersama para peserta deklrasi, juga menyempatkan diri untuk menggelar do’a bersama yang ditujukan kepada para korban ledakan, maupun aksi teror yang terjadi belakangan ini. “Saya juga menghimbau agar semua melaporkan hal-hal yang mencurigakan,”pintanya. Selain dihadiri Danrem, Kapolres, Dandim dan Ketua FKP Mojokerto. Acara deklrasi tersebut, juga dihadiri oleh Ketua DPRD Mojokerto, Ismail Pribadi, seluruh personel TNI-Polri di wilayah Mojokerto dan masyarakat setempat. (Penrem 082/CPYJ).
Kecaman itu, dilontarkan oleh Mahfud Said melalui deklarasi tokoh masyarakat bersama Forpimda yang berlangsung di halaman Mapolres Mojokerto dengan dihadiri oleh Danrem 082/CPYJ, Kolonel Arm Budi Susanto, S. Sos dan Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata beserta beberapa pihak terkait lainnya.
Atas insiden ledakan bom yang terjadi di 3 titik wilayah di Kota Surabaya pagi tadi, dirinya menghimbau seluruh umat beragama untuk tetap bisa menjaga keutuhan NKRI. “Mari kita saling bahu-membahu dari berbagai elamen semua, kepribadian bangsa harus kuat untuk melawan teroris,” tegas Ketua FKP Mojokerto ini.
Di sisi lain, Danrem menuturkan, atas insiden tersebut, dirinya mengajak seluruh elemen, maupun pihak untuk saling bahu-membahu dalam upaya pemberantasan terorisme yang saat ini dinilai semakin merajalela.
“Kita harus bekerjasama. Untuk itu, melalui acara ini, kita berharap untuk bisa saling bahu membahu dalam memberantas kejahatan itu (teroris, red),”ajak Danrem 082/CPYJ ini.
Tak hanya sampai disitu saja. Dirinya bersama para peserta deklrasi, juga menyempatkan diri untuk menggelar do’a bersama yang ditujukan kepada para korban ledakan, maupun aksi teror yang terjadi belakangan ini. “Saya juga menghimbau agar semua melaporkan hal-hal yang mencurigakan,”pintanya. Selain dihadiri Danrem, Kapolres, Dandim dan Ketua FKP Mojokerto. Acara deklrasi tersebut, juga dihadiri oleh Ketua DPRD Mojokerto, Ismail Pribadi, seluruh personel TNI-Polri di wilayah Mojokerto dan masyarakat setempat. (Penrem 082/CPYJ).
Tag:
Nasional
4:59 PM
Probolinggo,- Pasca tragedi ledakan bom di Surabaya pagi tadi, seluruh personel TNI-Polri di Jawa Timur mulai disiagakan. Tak hanya melakukan pengamanan standart saja. Namun, aparatur keamanan tersebut, juga memperketat dan melakukan patroli pengamanan di setiap gereja yang berada di wilayah tugas masing-masing personel.
Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo, Letkol Kav Depri Rio Saransi menegaskan, terdapat beberapa gereja di Probolinggo yang mendapat pengamanan ketat dari personel TNI-Polri.
“Termasuk salah satunya Gereja Maria Bunda Karamel di Jalan Suroyo, Kota Probolinggo,” ungkap Depri Rio usai memimpin apel patrol pengamanan. Minggu, 13 Mei 2018 siang.
Dirinya menambahkan, insiden bom yang menyerang 3 titik lokasi di Kota Surabaya tadi pagi, merupakan hal yang sangat disayangkan. “Itu sangat berdampak bagi kondusifitas dan keamanan di Jawa Timur yang selama ini sudah terwujud dengan baik,” tambahnya.
Guna mengantisipasi terjadinya hal itu, kata Dandim Probolinggo ini, dirinya sudah berkoordinasi langsung dengan aparat, maupun Pemda setempat dalam menggencarkan patroli pengamanan gereja di wilayah tugasnya. “Siaga 1, seluruh personel Kodim dan Koramil, kita siagakan. Nantinya, mereka akan bersinergi dengan aparat keamanan setempat,” tegasnya.
Insiden Bom di Surabaya, Personel TNI-Polri di Jawa Timur Perketat Pengamanan Gereja
Probolinggo,- Pasca tragedi ledakan bom di Surabaya pagi tadi, seluruh personel TNI-Polri di Jawa Timur mulai disiagakan. Tak hanya melakukan pengamanan standart saja. Namun, aparatur keamanan tersebut, juga memperketat dan melakukan patroli pengamanan di setiap gereja yang berada di wilayah tugas masing-masing personel.
Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo, Letkol Kav Depri Rio Saransi menegaskan, terdapat beberapa gereja di Probolinggo yang mendapat pengamanan ketat dari personel TNI-Polri.
“Termasuk salah satunya Gereja Maria Bunda Karamel di Jalan Suroyo, Kota Probolinggo,” ungkap Depri Rio usai memimpin apel patrol pengamanan. Minggu, 13 Mei 2018 siang.
Dirinya menambahkan, insiden bom yang menyerang 3 titik lokasi di Kota Surabaya tadi pagi, merupakan hal yang sangat disayangkan. “Itu sangat berdampak bagi kondusifitas dan keamanan di Jawa Timur yang selama ini sudah terwujud dengan baik,” tambahnya.
Guna mengantisipasi terjadinya hal itu, kata Dandim Probolinggo ini, dirinya sudah berkoordinasi langsung dengan aparat, maupun Pemda setempat dalam menggencarkan patroli pengamanan gereja di wilayah tugasnya. “Siaga 1, seluruh personel Kodim dan Koramil, kita siagakan. Nantinya, mereka akan bersinergi dengan aparat keamanan setempat,” tegasnya.
Tag:
Nasional
5:11 PM
Mojokerto,- Usai melakukan kunjungannya ke Makodam V/Brawijaya beberapa hari lalu, kini tim Staf Pengamanan Angkatan Darat (SPAMAD) bertolak menuju Makorem 082/CPYJ.
Kunjungan yang dilakukan oleh staf di bawah kepemimpinan Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad tersebut, bertujuan untuk mensosialisasikan Program Keselamatan Berkendara dan Berlalu Lintas (PKBB).
Selain mengecek kelengkapan kendaraan anggota Makorem, tim Spamad juga melakukan pengecekan kendaraan milik beberapa personel Kodim di jajaran Korem 082/CPYJ. Selasa, Rabu, 9 Mei 2018 siang.
Kepala Staf Korem (Kasrem), Letkol Inf Moch Sulistiono yang hadir mewakili Komandan Korem (Danrem) 082/CPYJ, Kolonel Arm Budi Suwanto, S. Sos menuturkan, meningkatnya volume kendaraan di jalan raya, bukan berarti semua pengguna jalan (pengendara, red), sudah bisa memahami cara mengendarai dengan baik dan benar.
“Kecelakaan yang terjadi di jalan raya, cenderung disebabkan oleh faktor keamanan kendaraan dan keselamatan diri,” ujar Kasrem usai memantau berlangsungnya razia kelengkapan surat, dan keamanan kendaraan seluruh personel Korem 082/CPYJ.
Menanggapi hal itu, lanjut Letkol Sulistiono, dirinya menghimbau seluruh personelnya untuk mengedepankan keselamatan diri, maupun kondisi kendaraan sebelum bepergian.
“Karena apabila terdapat prajurit dan PNS yang melanggar lalu lintas dan bersikap ugal-ugalan di jalan raya tanpa memikirkan dampak negatifnya, maka tidak segan-segan akan ditindak tegas sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, hal yang sama juga ditegaskan oleh Ketua tim Spamad. Letkol Inf Efran Herriyanto menambahkan, tak hanya melakukan pengecekan kelengkapan berkendara milik para personel saja. Namun, kegiatan yang dilakukannya kali ini, juga bertujuan untuk menekan terjadinya angka pelanggaran, sekaligus kecelakaan dalam berlalu lintas di kalangan TNI-AD. “Setiap tahun, angka kecelakaan bisa berubah-ubah. Penyebab Laka Lalin, bisa disebabkan oleh kurangnya keselamatan dari pengemudi (pengendera, red). Oleh karena itu, pastikan kelengkapan kendaraan dan kondisi motor/mobil sebelum berkendara,” tegas Letkol Efran dihadapan seluruh personel Korem 082/CPYJ. (Penrem 082/CPYJ).
Tim Spamad Terjuni Makorem 082/CPYJ
Written By ANDI on 9 Mei 2018 | 5:11 PM

Mojokerto,- Usai melakukan kunjungannya ke Makodam V/Brawijaya beberapa hari lalu, kini tim Staf Pengamanan Angkatan Darat (SPAMAD) bertolak menuju Makorem 082/CPYJ.
Kunjungan yang dilakukan oleh staf di bawah kepemimpinan Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad tersebut, bertujuan untuk mensosialisasikan Program Keselamatan Berkendara dan Berlalu Lintas (PKBB).
Selain mengecek kelengkapan kendaraan anggota Makorem, tim Spamad juga melakukan pengecekan kendaraan milik beberapa personel Kodim di jajaran Korem 082/CPYJ. Selasa, Rabu, 9 Mei 2018 siang.
Kepala Staf Korem (Kasrem), Letkol Inf Moch Sulistiono yang hadir mewakili Komandan Korem (Danrem) 082/CPYJ, Kolonel Arm Budi Suwanto, S. Sos menuturkan, meningkatnya volume kendaraan di jalan raya, bukan berarti semua pengguna jalan (pengendara, red), sudah bisa memahami cara mengendarai dengan baik dan benar.
“Kecelakaan yang terjadi di jalan raya, cenderung disebabkan oleh faktor keamanan kendaraan dan keselamatan diri,” ujar Kasrem usai memantau berlangsungnya razia kelengkapan surat, dan keamanan kendaraan seluruh personel Korem 082/CPYJ.
Menanggapi hal itu, lanjut Letkol Sulistiono, dirinya menghimbau seluruh personelnya untuk mengedepankan keselamatan diri, maupun kondisi kendaraan sebelum bepergian.
“Karena apabila terdapat prajurit dan PNS yang melanggar lalu lintas dan bersikap ugal-ugalan di jalan raya tanpa memikirkan dampak negatifnya, maka tidak segan-segan akan ditindak tegas sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, hal yang sama juga ditegaskan oleh Ketua tim Spamad. Letkol Inf Efran Herriyanto menambahkan, tak hanya melakukan pengecekan kelengkapan berkendara milik para personel saja. Namun, kegiatan yang dilakukannya kali ini, juga bertujuan untuk menekan terjadinya angka pelanggaran, sekaligus kecelakaan dalam berlalu lintas di kalangan TNI-AD. “Setiap tahun, angka kecelakaan bisa berubah-ubah. Penyebab Laka Lalin, bisa disebabkan oleh kurangnya keselamatan dari pengemudi (pengendera, red). Oleh karena itu, pastikan kelengkapan kendaraan dan kondisi motor/mobil sebelum berkendara,” tegas Letkol Efran dihadapan seluruh personel Korem 082/CPYJ. (Penrem 082/CPYJ).
Tag:
Nasional
9:02 AM
Boven Digoel, Papua- Tak mengenal istilah medan yang harus ditempuh. Guna memastikan situasi dan kondisi di wilayah perbatasan, peninjauan patok perbatasan dinilai sangat penting untuk dilakukan oleh personel Satuan Petugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Raider 500/Sikatan yang berada di bawah kendali Lektol Inf Sidik Wiyono.
Bersama 12 anggotanya, Danyonif Raider 500/Sikatan itu mengungkapkan, tak mudah menyusuri setiap patok yang berada di wilayah perbatasan. Selain hutan, dirinya bersama personelnya, juga diharuskan melewati rawa-rawa di daerah itu.
“Kurang lebih sekitar 5 hari untuk melakukan pengecekan patok itu. Tim bergerak melakukan peninjauan tanggal 3 Mei lalu,” kata Lektol Inf Sidik Wiyono yang ikut terjun langsung melakukan pengecekan patok MM. 76 di Kabupaten Boven Digoel, Papua.
Selama melakukan pengecekan itu, ungkap Sidik, dirinya bersama personel Satgas lainnya, juga menyempatkan diri untuk melakukan pengobatan, hingga memberikan bibit pertanian, maupun makanan kepada setiap warga yang mereka jumpai di wilayah itu.
“Kegiatan teritorial, juga kita lakukan melalui operasi pengecekan patok perbatasan tersebut,” jelasnya. Senin, 7 Mei 2018 siang. Bahkan, ungkap Sidik, selama melakukan patroli patok perbatasan tersebut, dirinya bersama personel Satgas lainnya, mendapat respon positif dari warga sekitar. “Alhamdulillah, masyarakat di area patok perbatasan, sangat menyambut kehadiran kami. Jadi, respon warga sangat positif kepada kami,” tuturnya.
Tempuh Jarak 38 Kilometer, Satgas Pamtas Raider 500/Sikatan Cek Kondisi Patok Batas
Written By ANDI on 8 Mei 2018 | 9:02 AM
Boven Digoel, Papua- Tak mengenal istilah medan yang harus ditempuh. Guna memastikan situasi dan kondisi di wilayah perbatasan, peninjauan patok perbatasan dinilai sangat penting untuk dilakukan oleh personel Satuan Petugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Raider 500/Sikatan yang berada di bawah kendali Lektol Inf Sidik Wiyono.
Bersama 12 anggotanya, Danyonif Raider 500/Sikatan itu mengungkapkan, tak mudah menyusuri setiap patok yang berada di wilayah perbatasan. Selain hutan, dirinya bersama personelnya, juga diharuskan melewati rawa-rawa di daerah itu.
“Kurang lebih sekitar 5 hari untuk melakukan pengecekan patok itu. Tim bergerak melakukan peninjauan tanggal 3 Mei lalu,” kata Lektol Inf Sidik Wiyono yang ikut terjun langsung melakukan pengecekan patok MM. 76 di Kabupaten Boven Digoel, Papua.
Selama melakukan pengecekan itu, ungkap Sidik, dirinya bersama personel Satgas lainnya, juga menyempatkan diri untuk melakukan pengobatan, hingga memberikan bibit pertanian, maupun makanan kepada setiap warga yang mereka jumpai di wilayah itu.
“Kegiatan teritorial, juga kita lakukan melalui operasi pengecekan patok perbatasan tersebut,” jelasnya. Senin, 7 Mei 2018 siang. Bahkan, ungkap Sidik, selama melakukan patroli patok perbatasan tersebut, dirinya bersama personel Satgas lainnya, mendapat respon positif dari warga sekitar. “Alhamdulillah, masyarakat di area patok perbatasan, sangat menyambut kehadiran kami. Jadi, respon warga sangat positif kepada kami,” tuturnya.
Tag:
Nasional





















