Malang,
PK -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
(Menko PMK), Puan Maharani menyampaikan Orasi Ilmiah pada Wisuda Sarjana
Ke-88 Periode II tahun 2018 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM),
Sabtu pagi (12/05). Penyampaian Orasi Ilmiah tersebut merupakan
rangkaian Kunjungan Kerja (Kunker) Menko PMK di Malang, Jawa Timur.
"Ditangan
kalianlah masa depan bangsa ini ditentukan. Tidak ada yang tahu bahwa
kelak 5 - 10 tahun lagi kalian akan menjadi Bupati, Walikota, Gubernur,
Menteri, bahkan Presiden, jadi bersiap-siaplah untuk menjadi pemimpin
bangsa,” pesan Menko Puan mengawali orasinya.
Disampaikannya,
di era globalisasi saat ini, setiap negara dituntut memiliki kapasitas
daya saing yang memadai, agar memperoleh manfaat optimal dari
perdagangan, finansial, industri, teknologi dan hubungan antar
masyarakat. Lanjut Menko PMK, daya saing Indonesia periode 2017-2018
menurut World Economic Forum (WEF) naik 5 peringkat, dari posisi 41
menjadi 36, dari 137 negara. Bahkan, Indonesia dinilai sebagai salah
satu inovator teratas di antara negara berkembang.
“Daya
saing sangat ditentukan oleh kapabilitas sumber daya manusia dalam
mengelola potensi yang ada dan Pendidikan Tinggi berperan penting
membantu mewujudkan SDM berkualitas, ujar Menko PMK.
Di
sisi lain, menurut Menko PMK, dunia kerja dari tahun ke tahun semakin
kompetitif dalam melakukan rekruitmen. Sarjana di Indonesia hanya
berkontribusi 11% (atau 13 juta orang) dari 121 juta penduduk yang
bekerja. Padahal harapan setiap sarjana yang telah di wisuda adalah
mendapat pekerjaan. Oleh karena itu, seorang sarjana diharapkan dapat
menjadi pelopor kemajuan di dalam masyarakat, yang dapat dimulai dari
hal-hal kecil tetapi berdampak besar.
"Saya
mendorong sarjana mampu menjadi seorang entrepreneur, tidak mencari
pekerjaan, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan serta membuat perubahan
positif di masyarakat", harap Menko PMK.
Pada
kesempatan itu, Menko PMK sekaligus mengucapkan rasa bangganya sebagai
keluarga besar Muhammadiyah. Disebutnya, dirinya akan berusaha hadir
disetiap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah.
“Kakek saya Ir. Soekarno adalah pengurus Muhammadiyah,” jelas Menko
Puan.
Muhammadiyah,
lanjut Menko PMK juga teebukti konsisten menjaga pluralisme di negara
ini. “Saya mendapat informasi dari Mendikbud bahwa mahasiswa
Muhammadiyah di Maumere 70% adalah non muslim. Ini bukti konsistensi
Muhammadiyah dalam menjaga pluralisme,” tegasnya.
Mengakhiri
orasinya, Menko kembali berharap agar alumni UMM mewarnai berbagai
profesi di Indonesia sekaligus meminta para wisudawan/wisudawati untuk
turut serta menyukseskan perhelatan Akbar Asian Games tahun 2018 yang
akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang. Sebab kesuksesan
penyelenggaraan Asian Games merupakan kesuksesan bangsa Indonesia.
Turut
serta mendampingi Menko PMK di Malang; Mendikbud Muhadjir Effendy,
Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto,
Anggota DPR RI Fraksi PDIP Alex Indra Lukman dan Alfi Reziani, Ketua
Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Anggota Wantimpres Malik Fadjar,
Kepala BNSP Sumarna F Abdulrahman, Walikota Batu Dewanti Rumpoko,
Anggota DPRD Jatim, Anggota DPRD Malang Raya, serta para pejabat eselon I
Kemenko PMK.
Posting Komentar