PORTAL-KOMANDO.COM,.CILACAP,.Koramil
17/Dayeuhluhur, Kodim 0703/Cilacap turut berpartisipasi dalam
mensukseskan Swesambada pangan nasional. Hal tersebut diungkapkan
Danramil 17 / Dayeuhluhur Kapten Inf. Marjono pada saat memimpin rapat
koordinasi Serapan Gabah Petani (Sergap) di Ruang rapat Kantor Kecamatan
Dayeuhluhur, Sabtu (18/03).
Kegiatan
Rakor tersebut dihadiri Camat Dayeuhluhur dalam hal ini diwakili oleh
Sekcam Karsan, S.I.P, Kepala UPT Pertanian Kecamatan Dayeuhluhur
(Rojikin), Kepala Bulog Majenang, Pemilik RMU Kecamatan Dayeuhluhur, dan
para Gapoktan Dayeuhluhur.
Pada kesempatan
tersebut Danramil 17 / Dayeuhluhur, Kapten Inf. Marjono menyampaikan
bahwa perlunya saling bersinergi, berkaitan dengan MOU Menteri Pertanian
dengan Panglima TNI yang harus ditindak lanjuti sampai tingkat bawah.
Kemudian Rakor Sergap ini merupakan wadah untuk menyamakan persepsi
antar pihak terkait, agar pelaksanaannya berjalan sesuai harapan dan
dalam hal ini pihaknya mendukung program pemerintah dalam mensukseskan
Swasemabada pangan di Kabupaten Cilacap."Ujaranya.
Sambung
Danramil, Kami akan membuat Posko untuk mencatat setiap beras yang
masuk dan ditolak, serta akan dilaksanakan secara terus menerus sebagai
upaya untuk mencegah tengkulak untuk membawa gabah, beras keluar dari
Kecamatan Dayeuhluhur dengan pelaksanaan koordinasi antara Danramil,
Babinsa dan Forkompimcam di Wilayah Kecamatan Dayeuhluhur." Ujar Kapten
Inf. Marjono.
Selain
itu Kepala Bulog Majenang menyampaikan bahwa untuk mendukung stok
pangan nasional, kualitas beras yang akan diserap oleh bulog harus
memenuhi kriteria, tujuannya agar gabah dapat simpan dalam jangka waktu
tertentu. Pihaknya siap bekerja sama dengan mitra bulog, Koramil 17 /
Dayeuhluhur, UPT Pertanian, para petani maupun Gapoktan yang di wilayah
Kecamatan untuk meningkatkan swesembada pangan." Katanya.
Ditempat
yang sama, Sekretaris Camat (Sekcam), Karsan, S.I.P mengatakan bahwa,
program pemerintah bidang ketahanan pangan, Dia berharap para Gapoktan
bisa bekerja sama dalam rangka mewujudkan swasembada pangan bisa
berjalan sesuai program, saat ini pemerintah berikan leluasa kepada para
petani agar menjual gabahnya langsung ke Bulog," ungkap Karsan. Para
petani agar menyadari bahwa program pemerintah ketahanan pangan betujuan
bahwa kedepan bangsa Indonesia tidak lagi beli beras atau Import
beras." Jelasnya. (Srd.Sty-Red)

Posting Komentar