Home » » Kodim Bersama Yayasan An-Nasiriyah Bangkalan Gelar Talk show “Membentengi Pancasila dan NKRI dari Ancaman Kebangkitan Komunisme”

Kodim Bersama Yayasan An-Nasiriyah Bangkalan Gelar Talk show “Membentengi Pancasila dan NKRI dari Ancaman Kebangkitan Komunisme”

Written By ANDI on 5 Okt 2016 | 7:47 PM



PORTAL-KOMANDO.COM,.Bangkalan,- Kodim 0829/Bangkalan bersama Yayasan An-Nasiriyah Bangkalan menggelar Talk show dengan mengangkat tema “Membentengi Pancasila dan NKRI dari Ancaman Kebangkitan Komunisme”, menghadirkan nara sumber dari Staf Teritorial Kodam V/Brawijaya Letkol Inf Drs Didi Suryadi MAP di Aula Manunggal Makodim 0829/Bangkalan, Selasa (4/10/2016).

Nara sumber Letkol Inf Drs Didi Suryadi MAP mengungkapkan, talk show semacam ini sangat strategis dari aspek ideologi dan pertahanan. Mengingat komunis gaya baru berupaya mempengarui ideologi dan nasionalisme para generasi bangsa.

Fakta yang dimaksud Letkol Didi Suryadi adalah tragedi Gerakan 30 September atau yang dikenal dengan sebutan G 30 S/PKI (Partai Komunis Indonesia). Menurutnya, komunis baru berupaya mempengaruhi pikiran generasi muda dengan menyampaikan bahwa PKI adalah korban.

"Padahal PKI adalah pelaku, melakukan penghianatan, kudeta, dan pembantaian. Mulai 1948 bahkan sebelumnya, ketika mereka (PKI) berpura-pura gabung partai Islam, padahal untuk menghancurkan dan mendirikan komunis," jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini sebagai upaya menyadarkan generasi muda akan pentingnya sejarah sebagai wawasan kebangsaan, nilai-nilai negara, dan nasionalisme. Sehingga, generasi muda tidak mudah termakan upaya-upaya yang mengancam keutuhan NKRI dan Ideologi Pancasila.

"Semoga ke depan, lembaga-lembaga pendidikan ataupun Dinas Pendidikan bisa menyebarkan ke seluruh sekolah. Sehingga, kita mempunyai kekuatan lebih dengan visi yang sama," pungkasnya.

Sementara dalam kesempatan tersebut menurut Komandan Kodim 0829/Bangkalan Letkol Inf Sunardi Istanto mengimbau generasi muda dan masyarakat waspada terhadap gerakan-gerakan yang mencoba melemahkan ideologi berbangsa dan bernegara.

"Banyak fenomena diciptakan sejumlah kelompok yang ingin Indonesia tidak aman dan tidak lestari. Jika terpengaruh dengan kelompok itu, maka kita akan menjadi pecundang dan penghianat bagi bangsa sendiri," ungkapnya di hadapan sedikitnya 600 peserta yang terdiri dari dewan guru dan Siswa SMA/SMP/sederajat se Kabupaten Bangkalan.

Ia menegaskan, para pelajar dan mahasiswa harus bisa membentengi diri terhadap pengaruh-pengaruh kelompok tertentu yang menginginkan Indonesia tidak aman dan generasinya tidak maju.

"Seperti pengaruh globalisasi yang kami sebut dengan proxy war, perang tanpa berhadapan atau menggunakan senjata tapi menggunakan pengaruh," tegasnya.

Lanjutnya, ada indikasi gerakan-gerakan (radikalisme kanan, radikalisme kiri, dan radikalisme lain) yang mengarah kepada terciptanya Indonesia tidak aman dan tidak lestari.

"Kita harus waspada. Siapapun dia atau kelompok mana saja, jika indikasinya mengajak untuk berpaling dari Pancasila, itulah yang menjadi musuh kita bersama," tandasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Fron Pancasila, Sejarawan, Guru Besar UNESA, Tokoh Agama dan Pendidikan, Dosen Fakultas Hukum UTM Bangkalan dan peserta talk show.
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando