SEJATINYA KEKUATAN TNI ADA PADA KEMANUNGGALANYA BERSAMA RAKYAT
PORTAL-KOMANDO.COM,.Jayapura, (05/10). Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Herman Asaribab memimpin upacara peringatan HUT ke 71 TNI pada Rabu 5 Oktober 2016 bertempat di lapangan Makodam XVII/Cenderawasih. Kegiatan ini dilaksanakan sangat sederhana namun tidak mengurangi makna dan kekhidmatan jalanya upacara .
Panglima TNI dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasdam XVII/Cenderawasih menyampaikan TNI akan memaknai filsafat dan hakikat hari jadinya yang ke 71 dengan merefleksikan dan mengevaluasi diri untuk meningkatkan kualitas perannya sebagai komponen bangsa, serta tugasnya sebagai unsur keamanan dan pertahanan negara yang implementasinya ditunjukan dengan ketaatan dan kebaikan bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Hal ini sesuai dengan tema yang diusung pada peringatan kali ini ” Bersama Rakyat Tni Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian”.
Makna yang terkandung dalam tema tersebut adalah TNI tumbuh dan berkembang, serta berjuang bersama rakyat. Inilah esensi ciri kesejatian TNI, yang tidak boleh pudar di tengah-tengah arus globalisasi, yang terus bergerak secara dinamis. Kesejatian tersebut harus terus ditumbuhkembangkan dan diselaras-serasikan dengan pola pikir kehidupan masyarakat yang semakin modern, sehingga kecintaan akan tetap terbangun sebagai modal pokok, karena bersama rakyat TNI kuat dalam menjaga dan melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kekuatan TNI yang bersandar kepada rakyat merupakan bentuk aplikasi pertahanan semesta yang melibatkan seluruh potensi bangsa untuk turut serta dalam bela negara. Kedekatan dan kebersamaan TNI-rakyat merupakan inti dan pusat kekuatan dari sistem pertahanan semesta yang kita anut. Setiap prajurit dan PNS TNI dituntut mengedapankan tugas dan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Tindakan negatif sekecil apapun akan mengganggu bahkan merusak jati diri TNI, sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional
Prestasi dan kinerja optimal TNI yang telah mendapatkan penilaian positif dari publik harus senantiasa dipertahankan bahkan perlu ditingkatkan lagi di masa mendatang. Implementasinya, prajurit TNI harus selalu peka dan peduli terhadap permasalahan dan mengatasinya dengan turun langsung ke lapangan bersama masyarakat melalui kegiatan bahkti TNI.
Diakhir amanat Panglima TNI mengintruksikan agar setiap prajurit dan PNS selalu memantapkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan etika dalam pelaksaan tugas, kehidupan prajurit, kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara serta menempatkan tugas diatas segala-galanya karena tugas adalah kehormatan, harga diri dan kebanggaan.
Sebagai Prajurit harus kobarkan terus semangat pantang menyerah, rela berkorban, keunggulan moral serta senantiasa bersama dan bersatu dengan rakyat dalam setiap pelaksaan tugas dan menjunjung tinggi nilai dan semangat kebangsaan demi tetap kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa, serta tetap tegaknya kedaulantan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Setiap prajurit harus selalu memegang teguh disiplin prajurit, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, mentaati hukum dan hormati hak asasi manusia.
Panglima TNI juga menekankan agar prajurit selalu membina soliditas satuan, tegakkan rantai komando dan mantapkan kesatuan komando disetiap strata kepemimpinan sehingga terwujud loyalitas tegak lurus yang jelas dan tegas serta memantapkan kepemimpinan lapangan, budayakan belajar dan berlatih dengan sungguh-sungguh, benar dan baik guna tercapainya profesionalisme keprajuritan yang diharapkan guna mendukung tugas pokok.
Posting Komentar