PK,.JAKARTA,.(Penkostrad.
Sabtu 20 Januari 2018). Sebanyak 44 orang prajurit Brigif Para Raider 3/TBS
melaksanakan tes kesegaran jasmani dalam rangka seleksi calon pendidikan Para Dasar
dan Free Fall yang bertempat di lapangan hitam Mabrigif Para Raider 3/TBS
Jumat, (19/01/2017).
Pelaku
seleksi terdiri 3 orang Free Fall dan 41 orang seleksi Para Dasar, mereka
berasal dari prajurit jajaran Brigif Para
Raider 3/TBS yaitu Detasemen Markas (Denma) Brigif Para Raider 3/TBS, Yonif Para Raider 431/SSP dan Yonif Para Raider 433/JS.
Sebelum
melaksanakan kegiatan, terlebih dahulu dilakukan pengecekan tensi oleh tim
kesehatan, yang dilanjutkan pemanasan dipimpin oleh Bintara Jasmani (Bajas).
Pengecekan
tensi dilakukan dalam upaya mengetahui kondisi awal kesehatan prajurit sebelum
melaksanakan kegiatan jasmani, untuk pencegahan bila terjadi hal-hal yang tidak
di inginkan.
Sebagai
prajurit yang berdinas di satuan Brigif Para Raider 3/TBS setiap prajurit harus
memiliki kemampuan Para (Linud) maka dari itu setiap prajurit harus mengikuti
pendidikan kemampuan Para Dasar yang dilaksanakan di Batujajar Pusdiklatpassus
Kopassus dengan lama pendidikan ± 6 minggu. Di tingkat jajaran Brigif Para
Raider 3/TBS untuk mengikuti pendidikan Para Dasar prajurit harus lulus nilai Garjas
minimum 70 dan nilai minimum 75 untuk mengikuti Para lanjutan.
Danbrigif
Para Raider 3/TBS Letkol Inf Josep
Tanada Sidabutar pernah menyampaikan dalam perhatiannya “Kita sebagai satuan
Brigif Para Raider, Prajurit tidak bisa di katakan Prajurit Para Raider sebelum
memiliki kedua kemampuan tersebut. Maka kualifikasi Para dan Raider harus
dimiliki setiap Prajurit”.
“Dalam
setiap tahun prajurit harus dan wajib melaksanakan penerjunan, baik terjun
penyegaran maupun penerjunan statis, guna untuk memelihara kemampuan prajurit
dan untuk meningkatkan pengalaman dalam hal terjun,” tambah Letkol Inf Josep
Tanada Sidabutar.
Posting Komentar