PK,.Yogyakarta.
Keberadaan Pangkalan TNI Angkatan Laut Yogyakarta saat ini tidak
terlepas dari sejarah Kota Yogyakarta sebagai Kota Perjuangan,
Yogyakarta memiliki sejarah yang panjang dan terkait erat dengan masa
perjuangan merebut dan mempertahankan Republik Indonesia dari penjajah
Belanda dan Jepang.
Pada awal kemerdekaan, secara administrasi
terbentuklah Badan Keamanan Rakyat Laut atau BKR Laut dipelopori oleh
pelaut-pelaut veteran Indonesia yang pernah bertugas di jajaran
Koninklijke Marine atau Angkatan Laut Kerajaan Belanda di masa
penjajahan Belanda dan Kaigun dimasa pendudukan Jepang, tanggal 5
Oktober 1945 secara resmi BKR Laut berubah menjadi Tentara Keamanan
Rakyat atau TKR Laut.
Dalam
masa perjuangan kemerdekaan, situasi Jakarta menjadi sangat genting,
maka demi keamanan, keselamatan dan kelangsungan pemerintahan Republik
Indonesia, diputuskan pemindahan pusat pemerintahan Negara Republik
Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta dan pada 10 November 1945
pemerintah mengeluarkan putusan memindahkan markas besar TKR, dengan
demikian Markas Tertinggi TKR Laut berkedudukan di Yogyakarta.
Jatuhnya
sebagian besar pangkalan Angkatan Laut akibat agresi militer Belanda
yang pertama tahun 1947 memberikan dampak serius bagi keberlangsungan
pembangunan kekuatan Angkatan, demikian pula kedudukan Markas Besar
Angkatan Laut di Yogyakarta dianggap kurang menguntungkan, atas
pertimbangan tersebut, ahkirnya pada tanggal 1 Desember 1948 Kepala Staf
Angkatan Laut saat itu Kolonel Laut R. Soebijakto memutuskan untuk
memindahkan Markas Besar Angkatan Laut dari Yogyakarta ke Aceh, daerah
Aceh dipilih dengan pertimbangan relatif aman dan strategis secara
geografis untuk pengembangan kekuatan armada Angkatan Laut dan keputusan
pemindahan tersebut terbukti tepat, dimana pada tanggal 19 Desember
1948 Belanda melancarakan agresi militernya yang kedua dan langsung
menduduki Ibu Kota Republik Indonesia Yogyakarta.
Selanjutnya
pada tahun 1964 Angkatan Laut membuka kesempatan kepada pemuda-pemuda
Indonesia untuk dapat mengikuti kuliah-kuliah di universitas Gadjah Mada
dengan beasiswa berikatan dinas, sejak itulah di Yogyakarta terbentuk
suatu badan yang disebut PTPAL atau Pelajar Tjalon Perwira Angkatan Laut
yang bertugas mengurus calon-calon sarjana Angkatan Laut, kemudian pada
tahun 1965 nama PTPAL ditingkatkan menjadi PTBAL atau Perwira Tugas
Belajar Angkatan Laut dan menempati gedung di Jl. Bintaran Kidul No. 21
Yogyakarta.
Dalam
perkembangannya, pangkalan Angkatan Laut Yogyakarta telah mengalami
beberapa kali reorganisasi dan berpindah tempat di wilayah Yogyakarta,
perubahan dan penyesuaian tersebut yakni, tahun 1967 dibentuklah
Perwakilan Angkatan Laut di Yogyakarta, hingga perkembangannya
diresmikanlah Detasemen Angkatan Laut atau Denal Yogyakarta pada tanggal
18 Januari 1971.
Pada
tanggal 2 Juni tahun 1986 kantor Denal Yogyakarta dipindahkan dari
gedung di Jl. Bintaran Kidul No. 21 ke gedung yang berlokasi di Benteng
Vredeburg Jl. Malioboro Yogyakarta, namun dalam rangka untuk kepentingan
pembangunan museum Serangan Umum 1 Maret 1949, pada tanggal 24 Juni
1988 kantor Denal Yogyakarta menempati tanah Komando Wilayah Pertahanan
II, tepatnya di Jl. Melati Wetan nomor 62 Baciro Yogyakarta sampai
dengan saat ini.
Berdasarkan
Surat Keputusan Panglima ABRI Nomor Skep/09/X/1992 tanggal 5 Oktober
1992 dan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut Nomor
Skep/12/VII/1993 tanggal 21 Juli 1993, penyesuaian organisasi dari Denal
Yogyakarta menjadi Lanal Yogyakarta dengan klasifikasi Lanal Khusus.
Adapun sejak diresmikannya kantor Angkatan Laut Yogyakarta, estafet
kepemimpinan Komandan pernah dijabat oleh 21 Komandan hingga saat ini,
dengan Komandan pertama dijabat Lettu Laut Sarwono, B.A, dan saat ini
Komandan Lanal Yogyakarta dijabat oleh Kolonel Laut (P) Arya Delano,
S.E, M.Pd, Selanjutnya tanggal dimana peresmian Denal Yogyakarta pada 18
Januari 1971, diperingati sebagai hari jadi Lanal Yogyakarta. (NSR/bang
natsir).
Posting Komentar