Jakarta,
PK-Ketaatan kepada hukum dan konsistensi terhadap kebijakan TNI akan
tetap berjalan pada koridor kebijakan umum pembangunan kekuatan pokok
minimum sesuai rencana strategis TNI dengan sasaran TNI AU lebih maju,
handal, profesional, solid dan dicintai oleh rakyat. Saat ini TNI salah
satu institusi yang paling dipercaya publik, bersama rakyat TNI kuat.
Diamanatkan
Panglima TNI lebih lanjut, dihadapkan dengan tugas TNI Angkatan Udara
sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang
TNI, yaitu : melaksanakan tugas TNI matra udara di bidang pertahanan;
menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi
nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional
yang telah diratifikasi; melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan
pengembangan kekuatan matra udara; dan melaksanakan pemberdayaan wilayah
pertahanan udara. TNI Angkatan Udara dituntut untuk harus terus
bertransformasi menuju TNI Angkatan Udara yang semakin profesional.
"Kita
semua menyadari bahwa kondisi alutsista TNI Angkatan Udara saat ini
masih belum sesuai dengan kebutuhan untuk mendukung terlaksananya
operasi TNI berdasarkan eksistensi ancaman nyata, ancaman potensial,
maupun ancaman hibrida, dengan memperhatikan kemajuan dan perkembangan
teknologi pertahanan, serta memperhatikan kondisi geografis sebagai
negara kepulauan. Namun dengan perencanaan pembangunan kekuatan TNI
Angkatan Udara yang baik tentunya secara bertahap akan dapat memenuhi
target Minimum Essential Force" imbuhnya.
Menurutnya,
proyeksi pembangunan TNI Angkatan Udara diarahkan untuk dapat mencapai
air supremacy atau air superiority. Sasaran yang ingin dicapai adalah
kekuatan pemukul udara strategis untuk menghadapi dua trouble spots
dalam bentuk komposit yang berisi pesawat-pesawat tempur multi-role dari
generasi empat setengah.
Selain itu pembangunan TNI Angkatan Udara juga
diarahkan pada kemampuan mobilitas serta proyeksi kekuatan pada lingkup
nasional, regional dan global. "Lebih jauh sistem pertahanan udara akan
juga diintegrasikan dengan matra lainnya dalam suatu jaringan bertempur
atau Network Centric Warfare. Pada pembangunan kekuatan selanjutnya
juga akan mengaplikasikan konsep berperang dengan Unmanmed Combat Aerial
Vehicle (UCAV) yang berbasis satelit" kata Panglima.
Untuk
dapat menjawab tuntutan tugas tersebut, dikatakan Marsekal TNI Hadi
bahwa di sinilah peran strategis Kepala Staf Angkatan Udara
dibutuhkan. "Dengan kredibilitas dan kinerja serta berbagai pengalaman
yang telah Marsekal dapatkan selama penugasan, saya yakin Marsekal dapat
berperan lebih optimal untuk membawa organisasi TNI Angkatan Udara
menjadi semakin baik" katanya.
Memasuki
tahun politik, Hadi mengatakan, pesta demokrasi memberikan warna yang
beragam yang bernuansa akan terjadinya konflik, TNI AU harus memegang
teguh netralitasnya dari tingkat atas sampai satuan paling bawah.
Demikian juga, komitmen TNI memberikan perbantuan kepada vendor dan
Polri dalam pengamanan Pilkada serentak pada tahun 2018 dan Pemilu tahun
2019, senantiasa harus mengutamakan asas hukum dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. "Tantangan tugas TNI AU ke depan
tidaklah semakin ringan, namun kita harus memiliki keyakinan bahwa
kebersamaan seluruh prajurit, serta dengan dorongan dan doa restu
seluruh rakyat Indonesia, TNI AU akan mampu melaksanakan tugas dengan
baik dalam menegakkan kedaulatan, menjaga keutuhan wilayah dan
melindungi segenap bangsa serta tumpah darah Indonesia" tandasnya.
Dikesempatan
itu Panglima TNI mengajak untuk bertekad membangun tentara yang
profesional, disiplin, militan dan rendah hati, melalui profesionalisme,
disiplin dan militan, menjadikan TNI hebat dalam segala medan tugas.
Sedangkan dengan rendah hati akan menghasilkan kemanunggalan yang kuat.
Sinergisitas dari keempatnya itu Insya Allah TNI akan tampil dengan
tangguh dan percaya diri. "Kesungguhan ini bukanlah retorika, tetapi
sebuah cita-cita harus kita raih dengan kerja keras dan kita harus yakin
cita-cita itu bisa kita capai" imbuhnya.
Sebelum
mengakhiri amanatnya, Pnglima TNI berpesan kepada keluarga besar TNI
AU untuk fokus pada pekerjaan yang dihadapi, adapun masalah hukum yang
sempat menimpa kita, jangan mempengaruhi kinerja karena hukum akan
selalu memihak yang benar dan adil. "Kepada Marsekal TNI Yuyu Sutisna,
S.E., S.Sos., M.M., saya mengucapkan selamat atas pelantikannya sebagai
Kasau. Semoga amanah yang diberikan ini dapat memberikan manfaat bagi
TNI AU, bangsa dan negara. Juga kepada Ibu Ayuning Dewanti, semoga
dapat mendampingi Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., S.Sos., M.M. dalam
membina organisasi PIA Ardhya Garini menjadi lebih baik" imbuhnya.
Atas
nama seluruh Prajurit TNI, Marsekal Hadi menyambut bangga, serta ucapan
selamat untuk mengemban tugas sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara.
TNI Angkatan Udara tidak boleh berhenti untuk terus berpikir dan
berbuat. Berbekal kemauan, tekad, dan komitmen yang kuat, serta
sinergisitas dan soliditas, saya yakin Marsekal dan segenap Prajurit TNI
Angkatan Udara dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang
diembankan negara dengan sebaik-baiknya.
"Semoga Tuhan Yang Maha Esa,
Allah SWT, senantiasa memberikan petunjuk, kesehatan dan kekuatan kepada
kita sekalian, dalam melanjutkan tugas dan pengabdian kepada
masyarakat, bangsa dan negara yang sangat-sangat kita cintai bersama"
pungkasnya.
Posting Komentar