PK,.Maritim
- Sabang, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan
menghadiri Acara Puncak Sail Sabang 2017 di Pelabuhan BKPS Sabang, Sabtu
(02/12). Dalam acara yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden RI Jusuf
Kalla ini, Menko Luhut menjelaskan bahwa Sail Sabang yang sudah
berlangsung ke-9 kali ini memiliki fokus utama yang berbeda dengan Sail
sebelumnya, yakni destinasi wisata, hingga menjadi penghasil devisa
nomor 1 di Indonesia.
“Sebagaimana
penyelenggaraan 8 Sail sebelumnya, maka Sail ke-9 ini memiliki tujuan
utama yang berbeda dari sail sebelumnya, yakni lebih fokus pada
pengembangan destinasi wisata,” kata Menko Luhut di lokasi.
Menko
Luhut memaparkan, adapun sail sebelumnya (yakni Sail pertama Sail
Bunaken di Manado tahun 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi Belitong
2011, Sail Morotai 2012, Sail Komodo 2013, Sail Raja Ampat 2014, Sail
Teluk Tomini 2015, Sail Selat Karimata 2016), itu berfokus pada
percepatan pembangunan infrastruktur daerah, sehingga pemilihan lokasi
acara puncak sail, difokuskan ke daerah wisata yang sudah memiliki
relatif infrastruktur cukup, dengan dukungan kegiatan atraksi dan
promosi, kawasan ini diharapkan akan berkembang lebih cepat.
“Dalam
hal ini, data BPS 2017 menunjukkan bahwa sektor pariwisata masih
menjadi penghasil devisa negara nomor 4 (empat) pada tahun 2015. Namun
tahun 2017 ini, sektor pariwisata telah meloncat sebagai penghasil
devisa nomor 2 (dua) di Indonesia, setelah minyak sawit dan diprediksi
sektor ini akan menjadi penghasil devisa nomor 1 (satu) di Indonesia
pada tahun 2019, dengan jumlah wisatawan mancanegara mencapai 20 juta
orang,” jelasnya.
Oleh
karenanya, lanjut Menko Luhut, pemerintah terus bergerak aktif
mengembangkan dan memperkenalkan pariwisata Indonesia melalui program
Wonderful Indonesia, dengan memperkuat event nasional yang ada, seperti
Sail Sabang 2017.
*Peserta Sail Sabang 2017 Merupakan Peserta Terbesar Dibanding Sail Sebelumnya*
Dalam
acara yang juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri
Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perhubungan Budi Karya,
dan beberapa pejabat lainnya ini, Menko Luhut juga memaparkan
bahwasannya peserta Sail Sabang 2017 merupakan peserta paling paling
banyak dibanding Sail sebelumnya.
“Saya
laporkan kepada Bapak Wakil Presiden (Jusuf Kalla), bahwa berkat kerja
keras Panitia Nasional Sail Sabang 2017 yang dinahkodai oleh Menteri
Pariwisata Arief Yahya di tingkat Nasional dan Gubernur Aceh Irwandi
Yusuf di tingkat daerah, telah membuat Sail Sabang 2017 sebagai
perhelatan terbesar dibandingkan dengan event sail sebelumnya di
Indonesia,” kata Menko Luhut.
Adapun
jumlah peserta itu sendiri, terdiri dari 13 KRI, 1 Kapal Research
Baruna Jaya VII milik LIPI, 2 Tall Ship (KRI Bima Suci dan KRI Dewa
Ruci), 1 Cruise Ship (Cruise Costa Victoria), dengan 2200 penumpang,
serta 18 yachts dari 7 negara (direncanakan awalnya terdaftar lebih dari
100 yacht dari 18 negara, namun dalam 3 (tiga) hari terakhir ini cuaca
kurang bersahabat, mengakibatkan hanya 18 yacht yang dapat tiba di
Sabang sebelum acara puncak).
“Jumlah
pengunjung terbesar dan Jumlah Event terbanyak. Selama Sail Sabang 2017
diperkirakan sebanyak 20.000 pengunjung serta terdapat 26 event pada
rangkaian kegiatan Sail Sabang 2017,” ujarnya.
Tak
sampai situ, Sail Sabang 2017 juga menghasilkan 3 Karya Nyata yang
bermanfaat bagi Sabang pasca Sail Sabang 2017, yakni dicanangkan
Diamond-Triangle Regatta Saphula (Sabang-Phuket-Langkawi) pada tahun
2018, International Free-Dive Competition 2018, dan Pengembangan
Perikanan Budidaya Laut.
*Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Kepada Tokoh Nasional Aceh*
Di
kesempatan yang sama, Menko Luhut juga memberikan ucapan selamat kepada
masyarakat Aceh, atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada
Tokoh Nasional Aceh.
“Pada
kesempatan yang berharga ini, saya mengucapkan selamat atas
penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Tokoh Nasional
Keumalahayati atau lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati, pada
peringatan Hari Pahlawan 2017, oleh Presiden Joko Widodo,” ucap Menko
Luhut.
“Laksamana Hayati
adalah seorang Muslimah yang menjadi Laksamana perempuan pertama di
dunia yang berasal dari Kesultanan Aceh,” pungkasnya.

Posting Komentar