“Sejak
bapak-bapak tentara ini tinggal serumah dengan keluarga kami, suasana
rumah jadi nggak sepi. Saban malam saya dan bapak-bapak tentara ini
ngobrol sembari ngopi di teras rumah. Bicara apa saja. Saya justru punya
banyak pengetahuan tentang Indonesia, tentang pentingnya cinta tanah
air dan bela negara dari bapak-bapak tentara yang tinggal di rumah
saya,” terang Subagio.
“Sungguh,
saya sempat tidak percaya ketika bapak-bapak tentara ini justru
membantu memasak sayur dan memasak lauk untuk sarapan pagi kami semua.
Demkian juga ketika kami hendak makan malam bersama. Beberapa diantara
bapak-bapak tentara ini justru membantu isteri dan anak perempuan saya
memasak di dapur. Bapak tentara ini tidak mau dianggap tamu,” sambung
Subagio.
Sehingga, dengan
suasana yang begitu akrab dan guyun tersebut, keluarga Ponidin
benar-benar merasa bangga. Bahkan anak-anaknya cepat sekali akrab dengan
prajurit yang tinggal di rumahnya. “Saya sudah menganggap seluruh
bapak-bapak tentara ini bagian dari keluarga saya. Semoga jalinan kami
tidak hanya saat TMMD saja. Harapan saya terus langgeng meski
bapak-bapak tentara kembali pulang,” tandasnya.

Posting Komentar