“Prajurit
Satgas yang tinggal, tidur dan makan di rumah warga merupakan wujud
keharmonisan dan hubungan kemanunggalan TNI dan rakyat. Kami hidup
berdampingan serta berbaur. Kami seperti saudara dan keluarga. Kegiatan
di rumah ini, kami merasakan seperti tinggal di rumah sendiri dan beliau
akan menjadi keluarga asuh kami,” papar Sersan Satu (Sertu) Yanto,
prajurit dari satuan tempur (Satpur) Batalyon Arteleri Medan (Yon
Armed).
Kini, meski
prajurit tinggal beberapa hari lagi tidur dan menetap bersama induk
semangnya, karena pekan depan mereka sudah ditarik dan kembali ke
kesatuan masing, mengingat misi program penugasan TMMD reguler ke-99
telah usai, namun prajurit masih melakukan hal seperti biasa. Tidak ada
perubahan. Mereka tetap membantu pekerjaan-pekerjaan rumah sang pemilik
rumah, seperti masak dan menyiapkan makan.

Posting Komentar