PORTAL-KOMANDO.COM,.JAKARTA,.Dihadapan
tim penguji, Letjen TNI Dr. I Wayan Midhio sukses menguraikan
disertasinya "Kerjasama Militer dan Sipil Dalam Sistem Manajemen
Pertahanan Negara", yang digelar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ),
Rawamangun, Jakarta Timur, (7/4) kemarin.
Secara
tegas dan jelas I Wayan menjawab setiap pertanyaan tim penguji terdiri
dari tujuh Profesor saat dirinya menguraikan bahwa perlu memaksimalkan
konsep manajemen hubungan militer dan sipil dalam kaitan pertahanan
bangsa dan negara. Yang selama ini menurutnya hubungan militer dan sipil
belum ada formatnya.
"Dalam artian, jalinan kerjasama antar komponen
belum maksimal diimplementasikan" papar I Wayan. Rektor
Universitas Pertahanan ini melanjutkan uraiannya, dikatakannya bahwa
untuk mewujudkan kerjasama antara militer dan sipil, tentunya diperlukan
regulasi pendukung.
"Melalui penelitian yang saya lakukan, payung hukum
diperlukan mewujudkan realisasi kerjasama militer dan sipil, seperti
undang undang yang mengatur tentang keamanan nasional, undang undang
komponen cadangan dan undang-undang pendukung terkait lainnya" tegasnya.
Agar masyarakat dapat memahami aspek pertahanan bangsa dan menerima
regulasi pendukung sistem pertahanan yang melibatkan militer dan sipil, I
Wayan menjelaskan, masyarakat bisa mendapat pengetahuan melalui
Universitas Pertahanan (UNHAN) RI. "Melalui pendidikan di UNHAN ini,
kita membagi ilmu pertahanan, baik pada aspek kebijakan, strategi,
doktrin, teknologi hingga pengetahuan manajemennya" ungkapnya.
Dilanjutkan I Wayan, dengan pengetahuan dan ilmu yang didapat,
masyarakat akan mengetahui konsep Pertahanan bangsa yang memang
dibutuhkan. "Setidaknya dengan pengetahuan sistem pertahanan itu,
masyarakat dapat lebih memahami konsep Pancasila, cinta tanah air, rela
berkorban, dan sudah tentu dapat menerima dan mendukung regulasi
pertahanan bangsa" pungkasnya. (AD)

Posting Komentar