PORTAL-KOMANDO.COM,.(Puspen TNI). Menghadapi era kompetisi global, tantangan TNI AU di masa datang akan semakin dinamis terutama terkait dengan perkembangan kompetisi kedaulatan wilayah udara, pada sisi lain pemberlakuan kebijakan Asean Open Sky Policy 2015, juga perlu terus mendapat perhatian khusus karena diprediksi akan berimplikasi pada keamanan dan kedaulatan.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, TNI AU perlu menempatkan dirgantara sebagai wahana penting dalam kehidupan nasional. “Dirgantara nasional sebagai kedaulatan negara yang memayungi kelangsungan hidup bangsa harus dipertahankan dan diamankan,” tegasnya.


Dalam kurun waktu terakhir ini, masih terjadi peristiwa kecelakaan pesawat TNI. Oleh karena itu, perlu keseriusan dalam membenahi dan membangun kekuatan TNI Angkatan Udara. “Peristiwa serupa tidak boleh terulang kembali, harus sungguh-sungguh dalam pembinaan alutsista mulai dari perencanaan, pengadaan, penggunaan, maupun pemeliharan,” kata Panglima TNI.

“Loyalitas organisasi dan loyalitas leadership harus ditegakkan dan diimplementasikan, loyalitas adalah inti penghormatan seorang prajurit TNI, karena tanpa loyalitas bukanlah jiwa dan sikap seorang prajurit TNI,” tegasnya.
Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa pada tahun ini, saya sudah mencanangkan untuk menjadi tahun bersih-bersih bagi TNI dari korupsi. “Ini menjadi tonggak penting bagi sejarah TNI untuk menguatkan tekad dan komitmen bersama, agar TNI benar-benar menjadi institusi terpercaya di negeri ini,” tegasnya.
“Siapapun kita, tidak boleh mengingkari dan menghianati komitmen itu dengan cara tidak melakukan korupsi sekecil apapun sebagai pertanggung jawaban TNI terhadap rakyat, bangsa dan negara,” pungkasnya.
Posting Komentar