PORTAL-KOMANDO.COM,.PURBALINGGA,.Demikian Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dalam jumpa persnya pada Upacara Pengukuhan Kader Bela Negara Purbalingga, Selasa (24/1) di Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman Desa Bantarbarang Kec.Rembang Kab.Purbalingga.
![]() |
"Hanya orang yang berpikiran picik menyamakan bela negara dengan wajib militer. Pramuka juga bela negara, apakah Pramuka juga wajib militer", lanjutnya`
Menurut Menteri Pertahanan Republik Indonesia, ancaman bangsa sekarang ini adalah perang cuci otak.
Dengan dicuci otaknya, masyarakat dapat kehilangan rasa patriotisme dan nasionalismenya ketika mereka dicuci dengan idiologi yang berseberangan dengan Pancasila. Lahirnya orang-orang yang berpaham radikal karena mereka telah dicuci otaknya dengan paham radikal dan mereka rapuh dalam wawasan kebangsaannya.
Dengan dicuci otaknya, masyarakat dapat kehilangan rasa patriotisme dan nasionalismenya ketika mereka dicuci dengan idiologi yang berseberangan dengan Pancasila. Lahirnya orang-orang yang berpaham radikal karena mereka telah dicuci otaknya dengan paham radikal dan mereka rapuh dalam wawasan kebangsaannya.
"Maka melalui pendidikan dan latihan bela negara ini, kita kuatkan kembali pemikiran kebangsaan dan falsafah Pancasila kepada mereka. Jadi dengan kegiatan ini, masyarakat dan terutama para generasi muda bangsa tidak tertarik turut serta dan ikut idiologi yang berkembang dinegara lain", jelasnya.



Posting Komentar