www.portal-komando.com,.-Kepala
Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo melepas
keberangkatan peserta Ekspedisi NKRI koridor kepulauan Nusa Tenggara
Tahun Anggaran 2015, bertempat di Pusat Pendidikan Kopassus Batujajar,
Jawa Barat, Selasa (3/2).
Adapun Visi yang dikembangkan dalam
expedisi ini adalah untuk mendata dan memetakan semua potensi Sumber
Daya Alam dan Sumber Daya Manusia, mendorong peningkatan kesejahteraan
sosial, sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air dan meningkatkan
pertahanan keamanan Nasional. Di samping itu, ekspedisi ini juga
mengemban misi untuk membuka daerah terisolir, mendorong peningkatan
kesejahteraan sosial serta kesadaran akan pertahanan keamanan wilayah.
Dalam amanatnya Kasad mengatakan, kegiatan ekspedisi ini dapat
terlaksana terutama karena adanya rasa kepedulian dan rasa cinta tanah
air dari prajurit di jajaran TNI dan berbagai kalangan masyarakat dengan
melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga swasta serta pemerintah.
Lebih lanjut dikatakan Kasad, dengan dilaksanakannya ekspedisi ini
diharapkan dapat membantu meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan
masyarakat di pelosok wilayah tanah air, khususnya di wilayah Nusa
Tenggara. Selain itu tujuan yang sangat penting dalam ekspedisi ini
menurut Kasad adalah membina para pemuda harapan bangsa, untuk makin
meningkatkan kecintaan kepada tanah air dan semangat untuk bersama-sama
bersatu padu membangun bangsa, seraya terus memperkokoh Kemanunggalan
TNI dengan Rakyat.“Semua ini sangat penting untuk terus kita jaga, karena hanya dengan
cara seperti ini kita akan dapat terus menjaga kokoh dan tegaknya NKRI,”
tegas Kasad.
Ekspedisi NKRI koridor kepulauan Nusa Tenggara
merupakan kelanjutan dari empat ekspedisi sebelumnya, yaitu ekspedisi
Bukit Barisan Tahun 2011 di Pulau Sumatera, ekspedisi Khatulistiwa Tahun
2012 di Pulau Kalimantan, ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi Tahun 2013
dan ekspedisi NKRI Koridor Maluku dan Maluku Utara 2014, dengan kegiatan
penjelajahan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Dalam
kegiatan penjelajahan meliputi penjelajahan hutan, gunung, laut, rawa
dan pantai. Kegiatan penelitian dan pendataan meliputi kerusakan hutan,
geologi, potensi bencana, flora dan fauna serta penelitian tentang
kondisi sosial budaya daerah setempat. Sedangkan di bidang pengabdian
masyarakat, kegiatan yang dilaksanakan adalah karya bakti dan bakti
sosial.
Dalam pemberangkatan tim ekspedisi dibagi menjadi empat
gelombang yang akan ditempatkan di 8 subkorwil yakni Subkorwil -1
Karangasem , Subkorwil – 2 Lombok Timur ,Subkorwil – 3 Sumbawa
,Subkorwil – 4 Bima ,Subkorwil – 5 Sumba Barat Daya ,Subkorwil – 6 Ende
,Subkorwil -7 Alor dan Subkorwil – 8 Belu.
Ekspedisi dilaksanakan
selama 4 bulan diikuti oleh 1.421 peserta dari kementerian, lembaga
Negara, TNI-POLRI, elemen masyarakat, akademisi dan pemerintah pusat
maupun daerah. Sebelum diberangkatkan para peserta mengikuti latihan dan
pembekalan selama 2 minggu dengan materi utama maupun penunjang
pelaksanaan ekspedisi bertempat di Situlembang, Bandung.
Hadir
dalam acara tersebut perwakilan dari kementerian Kabinet Kerja, Kepala
LIPI, Kepala BKKBN, Kepala BNPB dan Kepala BIG, Gubernur Provinsi Bali,
NTT, NTB dan Bupati jajaran Kepulauan Nusa Tenggara serta para Rektor
Perguruan Tinggi, dan para pejabat teras Angkatan Darat.(Tim Media
Ekspedisi NKRI 2015).
@Anditomryan

Posting Komentar