PK,.Yogya
Barat. Marsda TNI Yuyu Sutisna, S.E. MM, selaku Panglima Komando
Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas). Selasa 01/08/17 mengunjungi
mako Satuan Radar 215 Congot Temon Kulon Progo. Kedatangan
Pangkohanudnas dalam rangka memantau penggeseran dan penggelaran
Portable Radar Weibel MR-2 di Satuan Radar TNI AU 215 Congot ini.
Mendampingi
dalam giat Pangkohanudnas tersebut antara lain. Panglima Komando Sektor
Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas) 1, Marsma TNI Kustono,
S.Sos. Dan Depohar 50 Kolonel (Lek) Budi Rayhani Leman. ST., Kaku
(Kepala Keuangan) Kohanudnas Kolonel Lek Budi Wardoyo. Askomlek (Asisten Komunikasi Elektronika) Kohanudnas, Kolonel Lek Didik Pujo Indarto.
TNI AU memilih
radar ini karena mobile, mudah diangkut dengan pesawat terbang. Radar
ini dapat beroperasi di segala cuaca. Jarak pelacakan radar mampu
menjangkau sampai 1000 Km dengan jarak pengintaian antara 250 - 400 Km.
Semua
radar Weibel memiliki muzzle velocity radar system, active protection
radar system, sistem doppler, tracking radar systems, multi frekuensi,
ranging radar untuk platform pihak ketiga, pelacakan multi sensor, dan
sistem pengintai dan pelacak.
Pada intinya seiring
perkembangan pembangunan Bandara baru di Kulon Progo. TNI AU siap mem
back up dan membantu keamanan pada ruang udara.
Mendampingi
dalam giat Pangkohanudnas tersebut antara lain. Panglima Komando Sektor
Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas) 1, Marsma TNI Kustono,
S.Sos. Dan Depohar 50 Kolonel (Lek) Budi Rayhani Leman. ST., Kaku
(Kepala Keuangan) Kohanudnas Kolonel Lek Budi Wardoyo. Askomlek (Asisten Komunikasi Elektronika) Kohanudnas, Kolonel Lek Didik Pujo Indarto.
Selama
kunjungan dilingkungan mako Satradar. Pangkohanudnas didampingi tenaga
ahli langsung dari pabrikan Denmark dan Komandan Satradar Mayor (Lek)
Joko Dwi Maryanto. ST.
Seperti
diketahui TNI AU telah membeli radar produksi Denmark ini. Salah
satunya ditempatkan di Satuan 215 Congot. Radar ini besutan perusahaan
Weibel Scientific, merupakan perusahaan asal Denmark yang memproduksi
radar dengan prinsip Doppler. Weibel sendiri menyediakan berbagai macam
radar dengan kebutuhan yang berbeda.
TNI AU memilih
radar ini karena mobile, mudah diangkut dengan pesawat terbang. Radar
ini dapat beroperasi di segala cuaca. Jarak pelacakan radar mampu
menjangkau sampai 1000 Km dengan jarak pengintaian antara 250 - 400 Km.
Radar ini menampilkan gambar dengan tampilan 2D atau 3D. Radar Weibel juga dilengkapi Rx Digital Multi Beam Phased Array.
Semua
radar Weibel memiliki muzzle velocity radar system, active protection
radar system, sistem doppler, tracking radar systems, multi frekuensi,
ranging radar untuk platform pihak ketiga, pelacakan multi sensor, dan
sistem pengintai dan pelacak.
Keberadaan
Radar Weibel dioperasikan oleh personel TNI AU di bawah Kohanudnas
(Komando Pertahanan Udara Nasional), dan Satuan Radar 215 ini dibawah
Komando Pangkosekhanudnas I. Radar mobile ini sangat berguna untuk
menutup kekurangan radar di wilayah wilayah Indonesia.
"Atas
izin Kasau dan sepengetahuan panglima TNI. Kedatangan saya ini dalam
rangka melihat uji coba. Radar Weible MR-2. Radar ini bisa dibawa kemana
saja, dan ditempatkan dimana saja.
Namun kedepannya radar ini akan
station di Satuan Radar 215 Congot ini. Hari ini kita mencoba menuntun
atau meng 'guide' pesawat tempur yang terbang dari Lanud Iswahyudi
Madiun. Jadi tadi pesawat tempur sudah terbang jauh 150 neutical mile ke
arah selatan dan sangat bagus penangkapan pada layar monitor petugas
radar disini, cukup memuaskan hasilnya" Jelas Pangkohanudnas Marsda TNI
Yuyu Sutisna pada awak media.
Pada intinya seiring
perkembangan pembangunan Bandara baru di Kulon Progo. TNI AU siap mem
back up dan membantu keamanan pada ruang udara.
Selain
itu dengan radar ini, juga berfungsi sebagai penuntun para Taruna dan
Instruktur Sekolah Sekolah penerbang TNI AU dari Lanud Adisucipto.
Termasuk 3/4 daerah latihan Lanud Iswahyudi dapat terpantau dari radar
ini. Termasuk 50% daerah Latihan Lanud Abrurahman Saleh dapat tercover
dari radar ini. Atau masuk dalam jangkauan 240 neutical mile kurang
lebih 400km.
"Dari titik disini kita dapat
memantau semua yang masuk dalam daerah jangkauan. Termasuk kota kota
besar selain Yogya seperti Semarang bahkan Cirebon sisi Selatan juga
dapat terpantau. Kita menjaga jangan sampai adanya inflintrasi pada
ruang udara kita." Tambah Marsda TNI Yuyu Sutisna.
Tambahan
Radar Doppler merupakan jenis radar yang mengukur kecepatan radial
dari sebuah objek yang masuk ke dalam daerah tangkapan radar dengan
menggunakan Efek Doppler. Hal ini dilakukan dengan memancarkan sinyal
microwave (gelombang mikro) ke objek lalu menangkap refleksinya
(pantulan) dan kemudian dianalisis perubahannya. Radar Doppler merupakan
jenis radar yang sangat akurat dalam mengukur kecepatan radial.(NSR/
bang natsir)
Posting Komentar