PK,.BANYUMAS,.Ungkapan tersebut tidak asing lagi bagi prajurit Wijayakusuma Korem
071/Wk, karena ungkapan tersebut merupakan pesan moral yang disampaikan
Panglima Besar Jenderal Soedirman yang harus terpatri disetiap dada
prajurit Wijayakusuma.
Solid, kompak, menjunjung solidaritas dan
memperkokoh kebersamaan serta guyub, sebagai wahana dan wujud untuk
memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
Untuk mewujudkan
soliditas, solidaritas, kebersamaan, guyub dan kegotongroyongan serta
perasaan senasib sepenanggungan sebagai prajurit Wijayakusuma guna
memperkokoh persatuan dan kesatuan dan dalam rangka menyemarakkan
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Korem 071/Wk menggelar Lomba Adu
Ketangkasan dan Kecepatan Merayap Prajurit Wijayakusuma.
Lomba
ketangkasan dan kecepatan tersebut diprakarsai Danrem 071/Wk dan
dilaksanakan usai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Kamis (1/6)
di Lapangan Upacara Makorem 071/Wk.
Lomba tersebut, dibagi 3
peleton yang masing-masing peleton beranggotakan 30 personel gabungan
Makorem 071/Wk dan Balak Aju Kodam IV/Dip jajaran Korem 071/Wk.
Dengan
cara, masing-masing peleton berbaris memanjang kebelakang menurut
ketinggian, setiap peleton mengeluarkan satu anggotanya sebagai starter
awal memulai lomba merayap dengan merayap diantara selangkangan/kedua
kaki personel di peletonnya. Danton setiap peleton posisi terdepan
menggunakan syal merah sebagai patok/batas terakhir ia melaksanakan
rayapan adu ketangkasan dan kekompakan ini.
Adu kecepatan dan
ketangkasan ini diawali dengan dibunyikan pluit, namun sebelumnya salah
satu anggota peleton sudah berada di belakang peletonnya sekira 5-6
meter dari titik belakang peleton.
Setelah pluit dibunyikan, personel
tersebut lari dan menghampiri peletonnya dan langsung merayap/mblodos
melalui sela-sela kaki/selangkangan peletonnya masing-masing. Setelah
selesai merayap hingga depan peleton, anggota tersebut lalu berdiri
sebagai patokan sementara terdepan karena dibelakangnya rekan peleton
yang berada di posisi belakang barisan langsung mengikutinya dan merayap
hingga bertengger di depan barisan, berhimpitan dan berdekapan satu
sama lainnya.
Otomatis dan paralel anggota peleton paling belakang
menyusul rekannya merayap, hingga patok/batas terakhir Danton bila
anggotanya sudah habis berada dibelakangnya langsung merayap dan kembali
kedepan barisan anggotanya.
Siapa cepat, siapa tangkas dan
siapa solid, itulah pemenang lomba adu ketangkasan dan kecepatan merayap
peleton prajurit Wijayakusuma.
Tanpa mengurangi kekhusuan
menjalani ibadah puasa Ramadhan, semangat prajurit Wijayakusuma terus
menggebu menyemangati Peringatan Hari Lahir Pancasila.
Adu
kecepatan dan ketangkasan merayap ini tidak hanya dilihat dan disaksikan
prajurit-prajurit Wijayakusuma yang lain dan para PNS saja, namun juga
dilihat dan ditonton warga masyarakat sekitar yang kebetulan melintas di
depan Makorem 071/Wk.
Lomba ini juga disemangati dengan
diberikannya hadiah kepada para pemenang yang disponsori Danrem 071/Wk
dan Karumkit Tk-III 04-06-01 Wijayakusuma Purwokerto berupa tanda mata
sebagai penyemangat prajurit berlomba.
Danrem 071/Wk Kolonel Inf
Suhardi pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan lomba adu
ketangkasan dan kecepatan ini dalam rangka menyemangati dan
menyemarakkan Peringatan Hari Lahir Pancasila. "Kita lakukan hal seperti
ini, guna menjalin dan mempererat serta memperkokoh soliditas,
solidaritas, kebersamaan, guyub dan gotong royongan sesuai nilai-nilai
yang terkandung dalam Pancasila. Kita jadikan hal ini sebagai wujud dan
wahana bagi kita agar nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila selalu
tertanam dan terpatri disanubari setiap prajurit Wijayakusuma, karena
dengan hal ini persatuan dan kesatuan akan terwujud dengan kokoh dan
kuat", ungkapnya.
"Selain untuk perkokoh rasa persatuan dan
kesatuan, juga sebagai wahana membangun dan memperkokoh jiwa korsa
satuan yang solid", lanjutnya.
"Pesan moral Panglima Besar
Jenderal Soedirman, Janganlah kamu berbuat seperti sapu yang
meninggalkan ikatannya, sebatang lidi tidak berarti apa-apa, tapi bila
lidi diikat jadi sapu maka akan menyapu segala-galanya. Pesan moral
tersebut sebagai bukti nyata untuk memperkokoh patriotisme dan
nasionalisme bangsa Indinesia, yakni persatuan dan kesatuan. Karena
tanpa persatuan dan kesatuan, niscaya kita dapat mempertahankan keutuhan
dan kdaulatan NKRI yang kita cintai bersama. Karenanya, mari kita
lakukan hal ini mulai dari lingkup kecil satuan kita untuk membangun dan
memperkokoh soliditas, solidaritas dan kekompakan kita guna persatuan
dan kesatuan serta memperkokoh jiwa korsa satuan", terangnya.
"Kegiatan
ini juga sebagai contoh kepada masyarakat, walaupun dalam suasana
menjalankan ibadah puasa, kita tetap bersemangat beraktifitas
melaksanakan tugas dengan baik. Sebagai prajurit Wijayakusuma, harus
dapat memberikan contoh teladan bagi masyarakatnya, mengayomi dan
membantu kesulitan masyarakat sekelilingnya", lanjutnya.


Posting Komentar