Home » » Usai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila,Korem 071/Wk menggelar Lomba Adu Ketangkasan dan Kecepatan Merayap Prajurit

Usai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila,Korem 071/Wk menggelar Lomba Adu Ketangkasan dan Kecepatan Merayap Prajurit

Written By ANDI on 2 Jun 2017 | 8:49 AM


PK,.BANYUMAS,.Ungkapan tersebut tidak asing lagi bagi prajurit Wijayakusuma Korem 071/Wk, karena ungkapan tersebut merupakan pesan moral yang disampaikan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang harus terpatri disetiap dada prajurit Wijayakusuma.

Solid, kompak, menjunjung solidaritas dan memperkokoh kebersamaan serta guyub, sebagai wahana dan wujud untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Untuk mewujudkan soliditas, solidaritas, kebersamaan, guyub dan kegotongroyongan serta perasaan senasib sepenanggungan sebagai prajurit Wijayakusuma guna memperkokoh persatuan dan kesatuan dan dalam rangka menyemarakkan Peringatan Hari Lahir Pancasila, Korem 071/Wk menggelar Lomba Adu Ketangkasan dan Kecepatan Merayap Prajurit Wijayakusuma.

Lomba ketangkasan dan kecepatan tersebut diprakarsai Danrem 071/Wk dan dilaksanakan usai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Kamis (1/6) di Lapangan Upacara Makorem 071/Wk.

Lomba tersebut, dibagi 3 peleton yang masing-masing peleton beranggotakan 30 personel gabungan Makorem 071/Wk dan Balak Aju Kodam IV/Dip jajaran Korem 071/Wk.

Dengan cara, masing-masing peleton berbaris memanjang kebelakang menurut ketinggian, setiap peleton mengeluarkan satu anggotanya sebagai starter awal memulai lomba merayap dengan merayap diantara selangkangan/kedua kaki personel di peletonnya. Danton setiap peleton posisi terdepan menggunakan syal merah sebagai patok/batas terakhir ia melaksanakan rayapan adu ketangkasan dan kekompakan ini.

Adu kecepatan dan ketangkasan ini diawali dengan dibunyikan pluit, namun sebelumnya salah satu anggota peleton sudah berada di belakang peletonnya sekira 5-6 meter dari titik belakang peleton. 

Setelah pluit dibunyikan, personel tersebut lari dan menghampiri peletonnya dan langsung merayap/mblodos melalui sela-sela kaki/selangkangan peletonnya masing-masing. Setelah selesai merayap hingga depan peleton, anggota tersebut lalu berdiri sebagai patokan sementara terdepan karena dibelakangnya rekan peleton yang berada di posisi belakang barisan langsung mengikutinya dan merayap hingga bertengger di depan barisan, berhimpitan dan berdekapan satu sama lainnya. 

Otomatis dan paralel anggota peleton paling belakang menyusul rekannya merayap, hingga patok/batas terakhir Danton bila anggotanya sudah habis berada dibelakangnya langsung merayap dan kembali kedepan barisan  anggotanya.

Siapa cepat, siapa tangkas dan siapa solid, itulah pemenang lomba adu ketangkasan dan kecepatan merayap peleton prajurit Wijayakusuma.

Tanpa mengurangi kekhusuan menjalani ibadah puasa Ramadhan,  semangat prajurit Wijayakusuma terus menggebu menyemangati Peringatan Hari Lahir Pancasila.

Adu kecepatan dan ketangkasan merayap ini tidak hanya dilihat dan disaksikan prajurit-prajurit Wijayakusuma yang lain dan para PNS saja, namun juga dilihat dan ditonton warga masyarakat sekitar yang kebetulan melintas di depan Makorem 071/Wk.

Lomba ini juga disemangati dengan diberikannya hadiah kepada para pemenang yang disponsori Danrem 071/Wk dan Karumkit Tk-III 04-06-01 Wijayakusuma Purwokerto berupa tanda mata sebagai penyemangat prajurit berlomba.

Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan lomba adu ketangkasan dan kecepatan ini dalam rangka menyemangati dan menyemarakkan Peringatan Hari Lahir Pancasila. "Kita lakukan hal seperti ini, guna menjalin dan mempererat serta memperkokoh soliditas, solidaritas, kebersamaan, guyub dan gotong royongan sesuai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kita jadikan hal ini sebagai wujud dan wahana bagi kita agar nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila selalu tertanam dan terpatri disanubari setiap prajurit Wijayakusuma, karena dengan hal ini persatuan dan kesatuan akan terwujud dengan kokoh dan kuat", ungkapnya.

"Selain untuk perkokoh rasa persatuan dan kesatuan, juga sebagai wahana membangun dan memperkokoh jiwa korsa satuan yang solid", lanjutnya.

"Pesan moral Panglima Besar Jenderal Soedirman,  Janganlah kamu berbuat seperti sapu yang meninggalkan ikatannya, sebatang lidi tidak berarti apa-apa, tapi bila lidi diikat jadi sapu maka akan menyapu segala-galanya. Pesan moral tersebut sebagai bukti nyata untuk memperkokoh patriotisme dan nasionalisme bangsa Indinesia, yakni persatuan dan kesatuan. Karena tanpa persatuan dan kesatuan, niscaya kita dapat mempertahankan keutuhan dan kdaulatan NKRI yang kita cintai bersama. Karenanya, mari kita lakukan hal ini mulai dari lingkup kecil satuan kita untuk membangun dan memperkokoh soliditas, solidaritas dan kekompakan kita guna persatuan dan kesatuan serta memperkokoh jiwa korsa satuan", terangnya.

"Kegiatan ini juga sebagai contoh kepada masyarakat, walaupun dalam suasana menjalankan ibadah puasa, kita tetap bersemangat beraktifitas melaksanakan tugas dengan baik. Sebagai prajurit Wijayakusuma, harus dapat memberikan contoh teladan bagi masyarakatnya, mengayomi dan membantu kesulitan  masyarakat sekelilingnya", lanjutnya.
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando