PORTAL-KOMANDO.COM,.(Penkostrad.
Senin, 10 April 2017). Longsor adalah salah satu bencana alam yang
paling sering terjadi di Indonesia sepanjang 2016. Data Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan longsor terjadi sebanyak 612
kali pada tahun lalu.
Kondisi
geografis Indonesia yang memiliki banyak bukit dan pegunungan memang
rawan terjadi longsor, apalagi kini sudah marak penebangan dan
pembalakan liar. Sebanyak 274 daerah Kabupaten dan Kota di Indonesia
berada di daerah rawan longsor yang tersebar di sepanjang Bukit Barisan
di Sumatera, Jawa bagian tengah dan selatan, Bali, Nusa Tenggara,
Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Pada
Juni 2016 misalnya, longsor terjadi di Kabupaten Purworejo, Jawa
Tengah, yang menyebabkan puluhan orang meninggal dunia. Baru-baru ini,
pada Sabtu (1/4) terjadi kembali bencana alam longsor di Desa Banaran,
Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.
Akibat
dari peristiwa itu, 2 orang dinyatakan meninggal dan 26 orang masih
dalam tahap pencarian. Sedangkan jumlah korban luka berat 1 orang dan
luka ringan 19 orang. Sementara rumah yang tertimbun atau rusak mencapai
32 unit.
BNPB
mengerahkan 1.655 personel tim SAR gabungan untuk mencari korban tanah
longsor tersebut, termasuk prajurit Yonif Para Raider 501 Kostrad di
dalamnya. Tim SAR gabungan ini meliputi TNI 200 personel, Polri 160
personel, BPBD 200 personel, Basarnas 45 personel, Tagana 100 personel,
SKPD Ponorogo 600 personel dan Relawan 350 personel,.
Yonif
Para Raider 501 Kostrad mengerahkan 39 orang prajuritnya dibawah
pimpinan Letda Inf Kery. Mereka berangkat menuju lokasi bencana alam
dengan menggunakan kendaraan 2 Truk NPS serta dilengkapi beberapa
perlengkapan yang meliputi Pacul pick 37 buah, Sekop 10 buah, Gergaji 10
buah, Palu 10 buah, Grenda 2 buah dan Cetok 5 buah.
“Kami
akan mengerahkan sekuat tenaga dan seluruh kemampuan, serta akan total
membantu para korban bencana, termasuk setelah kejadian nantinya”,
ungkap Kery.


Posting Komentar