PORTAL-KOMANDO.COM,(23/1).JAKARTA,.The Sudanese Media Centre, Media Sudan, memberitakan pasukan militer Indonesia yang tergabung dalam Misi Penjaga Perdamaian di Darfur (UNAMID) telah ditangkap di Bandara Al Fashir, Sudan. pada Jumat (20/1).
Mereka ditangkap lantaran mencoba menyelundupkan senjata dan amunisi saat akan pulang ke Indonesia.Barang selundupan meliputi senjata api dan amunisi, termasuk 29 senapan Kalashnikov, empat senjata, 6 GM3 dan 64 beragam jenis pistol.Markas Besar TNI membantah adanya personel TNI yang terlibat dalam kasus ini. Menurut Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Wuryanto, tidak ada anggota kontingen Garuda yang meninggalkan Sudan.
"Berita tersebut tidak benar," kata Mayjen Wuryanto di Mabes TNI, Cilangkap, Senin (23/1).
Ia menjelaskan Badan Intelijen Strategis TNI (Bais TNI) langsung mengecek begitu kabar tersebut kepada para komandan pasukan di sana. Mereka memastikan tak ada personel TNI yang terlibat."Semuanya menyatakan berita ini tidak benar. Satgas Unamid masih berada di Sudan hingga Maret 2017," kata Wuryanto.
Wuryanto menambahkan ada dua pasukan Indonesia yang berada di Sudan. Pertama adalah TNI, dan kedua Polri.
"Dari TNI itu Unamid atau United Nations African Mission In Darfur (Unamid) dan dari Kepolisian RI Satgas FPU atau Formed Police Unit," kata Wuryanto.
Setelah memastikan tak ada personel TNI yang terlibat, Mabes TNI menyerahkan kasus ini pada Kementerian Luar Negeri.
Posting Komentar