PORTAL-KOMANDO.COM,.BIAK,.Koramil 1708-01/Biak Kota, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat mengadakan penyuluhan tentang bahaya dan pencegahan penyakit kaki gajah di Puskesmas Bosnik, Jl. Raya Bosnik, Distrik Biak Timur, Kab. Biak Numfor pada Sabtu,07/01/2017 pekan kemarin.
Penyakit kaki gajah yang dalam bahasa medis disebut sebagai filariasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria. Cacing filaria menginfeksi penderitanya melalui gigitan nyamuk yang masuk ke dalam pembuluh getah bening dan kemudian berkembang biak di dalamnya. Penyakit ini bersifat kronis atau berlangsung lama secara bertahap. Cacat menetap yang ditimbulkan seperti pembesaran pada kaki, lengan dan alat kelamin, terutama bila penderitanya telah lama tidak mendapatkan pengobatan.
Kepala Pukesmas Bosnik, Ibu Maria Wesel mengatakan, penyakit kaki gajah pada umumnya terdapat di wilayah tropis. Menurut WHO negara-negara yang terdapat di wilayah Asia Selatan seperti India dan Bangladesh merupakan negara yang memiliki banyak penderita penyakit kaki gajah, namun belakangan ini penyakit kaki gajah mulai bermunculan di wilayah Asia Tenggara seperti Thailand dan Indonesia. “Untuk itu, Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan telah mengantisipasi kemungkinan menjamur-nya penyakit ini dengan melakukan penyuluhan, vaksinasi serta perawatan secara intensif apabila terdapat pasien penderita kaki gajah”. Ungkap Ibu Maria.
Ia juga menambahkan, kaki gajah merupakan salah satu penyakit tropik terabaikan (NTDs/Neglected Tropical Diseases) yang mana di Indonesia ada 8 jenis penyakit ini, yakni Kusta, Frambusia, Filariasis, Schistosomiasis, Kecacingan (STH), Taeniasis, Dengue, Chikungunya serta Rabies.
Mayor Inf. Ahmad Sugiyanto, Danramil 1708-01/Biak Kota pada kesempatan tersebut menghimbau kepada warga masyarakat untuk lebih peduli lagi menjaga pola hidup sehat. “Kebanyakan penyakit yang diidap oleh masyarakat kita, sumber utamanya adalah dari pola hidup yang kurang sehat, kurang menjaga kebersihan lingkungan, dsb. Untuk itu mari sama-sama kita perhatikan lagi tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat ini”. Tuturnya.
Rangkaian kegiatan penyuluhan diakhiri dengan minum obat bersama-sama untuk pencecegahan sekaligus simbol pernyataan perang terhadap penyakit kaki gajah.
Penyakit kaki gajah yang dalam bahasa medis disebut sebagai filariasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria. Cacing filaria menginfeksi penderitanya melalui gigitan nyamuk yang masuk ke dalam pembuluh getah bening dan kemudian berkembang biak di dalamnya. Penyakit ini bersifat kronis atau berlangsung lama secara bertahap. Cacat menetap yang ditimbulkan seperti pembesaran pada kaki, lengan dan alat kelamin, terutama bila penderitanya telah lama tidak mendapatkan pengobatan.
Kepala Pukesmas Bosnik, Ibu Maria Wesel mengatakan, penyakit kaki gajah pada umumnya terdapat di wilayah tropis. Menurut WHO negara-negara yang terdapat di wilayah Asia Selatan seperti India dan Bangladesh merupakan negara yang memiliki banyak penderita penyakit kaki gajah, namun belakangan ini penyakit kaki gajah mulai bermunculan di wilayah Asia Tenggara seperti Thailand dan Indonesia. “Untuk itu, Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan telah mengantisipasi kemungkinan menjamur-nya penyakit ini dengan melakukan penyuluhan, vaksinasi serta perawatan secara intensif apabila terdapat pasien penderita kaki gajah”. Ungkap Ibu Maria.
Ia juga menambahkan, kaki gajah merupakan salah satu penyakit tropik terabaikan (NTDs/Neglected Tropical Diseases) yang mana di Indonesia ada 8 jenis penyakit ini, yakni Kusta, Frambusia, Filariasis, Schistosomiasis, Kecacingan (STH), Taeniasis, Dengue, Chikungunya serta Rabies.
Mayor Inf. Ahmad Sugiyanto, Danramil 1708-01/Biak Kota pada kesempatan tersebut menghimbau kepada warga masyarakat untuk lebih peduli lagi menjaga pola hidup sehat. “Kebanyakan penyakit yang diidap oleh masyarakat kita, sumber utamanya adalah dari pola hidup yang kurang sehat, kurang menjaga kebersihan lingkungan, dsb. Untuk itu mari sama-sama kita perhatikan lagi tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat ini”. Tuturnya.
Rangkaian kegiatan penyuluhan diakhiri dengan minum obat bersama-sama untuk pencecegahan sekaligus simbol pernyataan perang terhadap penyakit kaki gajah.


Posting Komentar