PORTAL-KOMANDO.COM,.Jepara - Prajurit Satgas TMMD Kodim
Jepara menyempatkan diri untuk bertandang ke rumah-rumah kerajinan ukir dan
meubel yang ada di desa Bringin, kecamatan Batealit, kabupaten Jepara, terutama
kerajinan tangan ukir kayu abstrak meskipun kini sudah banyak peralatan mesin
ukir canggih.
Hal itu dilakukan Satgas,
menyusul disaat mereka melaksanakan TMMD di desa Bringin melihat
langsung proses ukiran dari desa tersebut dan berpotensi untuk didorong
kemajuannya. Kerajinan ukir kayu yang sudah menjadi urat nadi warga jepara
tersebut diujicobakan dengan teknik seni ukir dari kerajinan ukir asli dari daerah lain. Meski demikian tetap memiliki ciri khas tersendiri yaitu
pada teknik irisan ukiran dan penyelesaiannya, sehingga layak untuk didorong,
terutama kualitas, kuantitas, kemasan dan pemasarannya.
Kayu yang di pesan dari para petani
kayu Jati dari Jepara maupun luar daerah seperti Pati, Blora, Cepu dan
Bojonegoro, kemudian kayu diproses supaya enak di pahat, yang kebanyakan
berbentuk cerita pemandangan dan kaligrafi, seperti Ayat Kursi, manusia,
hewan-hewan, dan lain-lain.
Setelah kayu diproses lalu dibentuk
sesuai pola-pola yang diinginkan dengan cara pahat dan ukir, kemudian kayu
dikeringkan dengan menggunakan mesin oven. Proses ini bertujuan untuk
menghilangkan kadar air yang ada di dalam kayu sehingga kayu tidak cepat lapuk.
Setelah proses pengeringan masuk ke proses finishing.
Hanya saja, para perajin masih banyak kesulitan yang dirasakan oleh
para pemahat ini, seperti kurangnya perhatian dari pemerintah, kurangnya penyuluhan
tentang pengembangan mutu dan yang terutama pengetahuan tentang teknik
pemasaran. Teknik pemasaran yang dilakukan oleh para pengrajin ini masih
mengandalkan orang lain yang membeli borongan pada mereka dengan harga yang
murah, tergantung ukuran dan kerumitan ukir itu sendiri. (Pendim 0719/Jepara)
Posting Komentar