Home » » Saat Gelar Latihan Operasi, Koarmabar Tangkap Kapal Cina

Saat Gelar Latihan Operasi, Koarmabar Tangkap Kapal Cina

Written By ANDI on 21 Jun 2016 | 1:29 PM


PORTAL-KOMANDO.COM,.JAKARTA,.(21/6),.Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) TNI AL berhasil melakukan penegakkan kedaulatan NKRI di laut dengan menindak tegas kapal-kapal yang melakukan pelanggaran di wilayah kedaulatan hukum Indonesia.  Pada Jumat (17/6) lalu, kembali Koarmabar berhasil menangkap kapal ikan yang memasuki wilayah Zona Ekonomi Ekslilusif (ZEE) Indonesia dan peristiwa tersebut menambah daftar pelanggaran yang dilakukan kapal-kapal asing. 

Panglima Komando Armada Barat (Pangarmabar), Laksamana Madya (Laksda) A.Taufik mengatakan penangkapan kapal ikan asing berbendera Cina tersebut bermula dari kegiatan latihan operasi yang digelar Koarmabar pada bulan Juni ini. "Saya mencoba kesiapan daripada komando kapal, kelengkapan personel sampai kesiapan pangkalan-pangkalan" kata A. Taufik di mako Armada Barat RI, Jalan Gunung Sahari, Jakarta, Selasa (21/6). 

Lebih lanjut Pangamabar menjelaskan dirinya mencoba mengerahkan kapal-kapal pada satu titik lokasi untuk menguji kemampuan dalam pengisian bahan bakar. "Pada saat itu pesawat udara menangkap signal ada sejumlah kapal tengah berada diperairan Natuna" jelas Pangarmabar. Lanjutnya, Kapal perang jenis Parchim yang berada di bawah Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) menerima laporan hasil pengintaian udara maritim tentang keberadaan 12 kapal ikan asing yang melakukan pencurian ikan di wilayah hukum Indonesia. "Menerima laporan tersebut, kemudian satu kapal perang saya kerahkan  menuju lokasi tersebut. Namun, saat didekati kapal ikan asing tersebut melakukan manuver dan melarikan diri" kata A. Taufik.
 
Saat dilakukan pengejaran dan memberikan peringatan melalui tembakan udara, Pangamabar menjelaskan  peringatan tersebut diabaikan dan ditindak lanjuti dengan menembak ke depan haluan mereka. "Tembakan ke udara beberapa kali kemudian anggota menembakkan ke haluan yaitu ke air. Salah satu kapal dari 12 kapal ikan asing dapat dihentikan" jelasnya. 

Kemudian, lanjutnya, pihaknya menurunkan tim Visit Board Search and Seizure (VBSS) untuk melakukan pemeriksaan terkait dokumen dan izin kapal tersebut. "Hasilnya, terdapat 7 orang warga negara Cina di kapal tersebut" katanya.  Dirinya membantah berita yang beredar adanya satu orang tewas dalam peristiwa tersebut. "Saat ini kapal tersebut sudah diamankan di Lanal Ranai untuk diproses lebih lanjut," pungkasnya. @ANDI DIGUL
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando